UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

70 persen penghuni Lapas di Indonesia terkait kasus narkotika

04/11/2013

70 persen penghuni Lapas di Indonesia terkait kasus narkotika thumbnail

 

Tidak adanya lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus narkotika, menyebabkan lapas-lapas yang ada di Indonesia penuh atau kelebihan kapasitas.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nova Riyanti Yusuf menyebutkan, 70 persen penghuni lapas saat ini dihuni oleh mereka yang terkena kasus narkotika.

“Sekarang 70 persen lapas dihuni oleh korban narkotika. Saya rasa harus ada exercise rehabilitasi di lapas. Karena faktanya 70 persen ada di situ,” ujar Nova dalam focus group discussion bertema “Rehabilitasi Pecandu Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan” yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini, seperti dilansir suarapembaruan.com.

Dengan demikian, Nova menyebutkan perlu ada solusi untuk menyelesaikan hal itu, di antaranya dengan membuat lapas khusus narkotika dan mereka yang sudah ada di lapas agar segera direhabilitasi.

Ia menilai jika hal itu terpaksa harus dilakukan, karena apabila tidak dikerjakan, maka tidak akan sembuh.

“Kita harus bisa memformulasikan. Saat ini kita belum bisa formulasikan, karena berbagai negara berbeda-beda. Pekerjaan rumah untuk BNN masih panjang,” kata Nova.

Direktur Bina Kesehatan dan Kemasyarakatan Dirjen Pemasyarakatan, Marzuki mengatakan, kondisi lapas di Indonesia saat ini sudah kelebihan kapasitas. Sebab, sudah ada 154.000 penghuni dari kapasitas lapas yang hanya mampu menampung 102.000 orang.

“Dari jumlah itu, untuk napi narkotika mencapai 58.476 orang. Pengguna 15.200 orang, pengguna murni sekitar 2.000 orang, pengguna sekaligus pengedar sekitar 13.200,” terang Marzuki.

Marzuki menyebutkan, ada 17 lapas yang difungsikan sebagai lapas untuk menampung napi narkotika. Namun, dari jumlah itu, 8 lapas di antaranya sudah over kapasitas, seperti di Cipinang kelebihan hingga 200 persen, Bandung 250 persen, dan Kalimantan 230 persen.

Selain over kapasitas lapas, yang menjadi problem juga adalah petugas lapas yang terbatas atau sekitar 1:50 sehingga pengawasan tidak efektif.

“Blok memang terpisah, tapi interaksi antara mereka tidak bisa terpisah sehingga ini menjadi salah satu problem di lapas,” katanya.

Kepala BNN Anang Iskandar menyebutkan, di Indonesia sudah mencapai 4 juta orang pengguna narkotika. Dengan demikian agar hal itu dapat dikurangi, peredarannya pun harus dikurangi.

“Oleh karena itu saya menganggap penting bagaimana mencegah dan merehabilitasi sehingga untuk menguranginya tentu harus direhabilitasi,” katanya.

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Lomba lukisan tentang iman Katolik untuk menemukan seniman muda
  2. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  3. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  4. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  5. Pembunuh biarawati: Pengampunan keluarga memberikan 'kehidupan baru' bagi dia
  6. Diskriminasi Ras vs Sumpah Pemuda
  7. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  8. Umat Katolik protes terkait perampasan lahan Gereja oleh pemerintah
  9. Kekerasan terus terjadi, Gereja Papua minta negara serius lindungi warga
  10. Kemenag adakan deradikalisasi pendidikan agama
  1. Paus Fransiskus: Jangan menjadi orang Kristen kalau berperilaku buruk
  2. Anarkisme umat Islam akibat salah menafsirkan Alquran
  3. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  4. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  5. Tuntaskan Konflik Papua
  6. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  7. Sejumlah agamawan Indonesia ikuti dialog lintas agama di Polandia dan Slowakia
  8. Paus desak para aktivis berjuang melawan ‘penyebab kemiskinan struktural’
  9. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  10. Ketulusan Jokowi menjadi obat pengungsi Sinabung
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online