UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Sepak bola bisa menyatukan orang dari konflik antaragama

04/11/2013

Sepak bola bisa menyatukan orang dari konflik antaragama thumbnail

Ilustrasi

 

Beberapa waktu lalu tim sepakbola nasional Indonesia usia di bawah 19 tahun sukses meraih gelar Piala AFF U19. Mereka datang dari berbagai suku dan agama, mereka pun berhasil menyihirkan orang dari berbagai latar belakang agama untuk nonton bareng.

Menarik dicermati, setiap kali para pemain mencetak gol, ekspresi keberagamaan selalu muncul. Bagi yang Muslim serempak sujud syukur, ada juga yang bersimpuh bersedekap bagi pemain Nasrani. Spiritualitas seperti memberi motivasi para pemain untuk meraih kemenangan.

Spiritualitas para pemain timnas junior itu diakui oleh Pelatih fisik Nursalem Hargianto dengan mengatakan, anak asuhnya sangat plural baik dari segi agama maupun budaya. Hal itu karena mereka dibentuk dari hasil pemantauan ke berbagai pelosok tanah air.

“Timnas U19 mencerminkan keanekaragaman Indonesia. Kita mengumpulkan para pemain dari seluruh penjuru nusantara,” kata Nursaelan, seperti dilansir portalkabr.com.

Latar belakang timnas junior yang plural itu mau tidak mau harus diimbangi oleh sikap toleran dari staf pelatih. “Ini menjadi nilai plus dalam rangka mendongkrak prestasi timnas,” kata Nursaelan.

Pengamat sepak bola Budiarto Shambazy mengatakan, kepatuhan dalam beragama menjadi hal yang penting meski tidak langsung berhubungan dengan prestasi timnas.

“Agama merupakan salah satu aspek pendorong untuk mencapai prestasi,” kata dia.

Dampak positif dari religiusitas menurut Budiarto adalah terciptanya sosok panutan. “Pelatih harus menjadi panutan baik di dalam maupun di luar lapangan,” katanya.

Lebih dari itu, masih ada hubungan positif antara sepak bola dan agama. “Sepak bola bisa menyatukan konflik antaragama,” imbuhnya.

Dia mencontohkan pada 2006 pernah dibentuk sebuah tim yang beranggotakan pemuda-pemuda yang berasal dari dua desa yang bertikai saat konflik Ambon, dan diantara mereka tidak ada saling curiga dan permusuhan.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Katolik Sri Lanka menentang amandemen UU aborsi
  2. Perempuan bangun kerukunan dalam sentimen anti-Muslim di Myanmar
  3. Renungan Hari Minggu Biasa VIII/A bersama Pastor Bill Grimm
  4. Caritas membantu penderita kanker ke daerah terpencil di India
  5. Provinsi SVD Cina mendapat imam baru dari Togo
  6. Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’
  7. Hukum Islam sedang diperjuangkan di Malaysia
  8. Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’
  9. Hari Kaum Muda menyatukan OMK Banglades
  10. Seorang misionaris di antara para ‘keluyuran malam’
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online