UCAN Indonesia Catholic Church News

Gadis virtual jerat 1.000 pedofilia dari seluruh dunia

06/11/2013

Gadis virtual jerat 1.000 pedofilia dari seluruh dunia thumbnail

 

Sebuah organisasi hak asasi anak di Belanda pada Senin  mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 predator seksual lewat gadis vitual yang dihasilkan komputer dengan menawarkan seks online kepada seorang gadis Filipina berusia 10 tahun.

Gadis bernama “Sweetie” itu dirancang untuk menarik perhatian para pelaku pedofilia yang mengincar pornografi anak.

Ia diprogram khusus untuk memasuki beraneka bilik ngobrol (chat room) di internet. Tugasnya hanya satu, memancing para wisatawan seks anak untuk membuka kedok mereka via kamera komputer (webcam) sehingga dapat diidentifikasi.

Terre des Hommes Netherlands kini telah menyerahkan identitas orang-orang yang membayar anak-anak di negara-negara berkembang untuk seks online kepada pihak kepolisian, katanya.

“Mereka siap untuk membayar Sweetie untuk melakukan adegan seks di depan webcam,” kata ketua kelompok HAM tersebut Albert Jaap van Santbrink kepada wartawan di Den Haag.

Kelompok itu mengatakan pihaknya ingin memperingatkan bahaya tentang bentuk baru yang sebagian besar tidak diketahui, yang dikenal sebagai webcam pariwisata seks anak.

Sweetie adalah gadis animasi yang dibuat oleh kelompok hak anak dan ditempatkan di chat room internet dari sebuah gedung terpencil di Amsterdam.

Dalam waktu 10 minggu, lebih dari 20.000 predator seksual dari 71 negara mendekati Sweetie, meminta adegan seks webcam.

Dalam sebuah adegan, seorang pria bernama “Older4young”, yang diidentifikasi sebagai seorang bapak berusia 35 tahun dari dua anak dari Atlanta, Amerika Serikat, meminta Sweetie untuk menanggalkan pakaian dengan dibayar  10 dolar.

“Nyalakan webcam Anda. Aku horni,” tulis pria itu.

Sementara mereka chatting dengan “gadis” itu, para peneliti mengumpulkan informasi tentang pelanggannya melalui media sosial.

Dengan menggunakan informasi ini, peneliti mengidentifikasi pelaku dan menyampaikan informasi tersebut kepada polisi.

Orang-orang yang terlibat adalah “bapa-bapa, musisi, arsitek”, kata Santbrink kepada AFP.

Mereka “berasal dari seluruh dunia — Amerika, Eropa, tetapi juga dari India, Jepang, Korea”, kata Guyt.

Kelompok hak asasi anak itu mengatakan mereka menggunakan prosedur yang sama seperti dilakukan polisi.

Terre des Hommes mengatakan bahwa mereka tidak mendekati seseorang di internet melainkan menunggu orang untuk mendekati Sweetie dan meminta adegan seks.

Kelompok HAM itu juga menghentikan chatting setelah seseorang menawarkan uang kepada Sweetie untuk adegan seks.

“Yang jelas kami tidak melakukan adegan seks, kami berhenti sebelum itu,” kata Van Santbrink.

Kelompok HAM itu menginginkan polisi di seluruh dunia untuk secara aktif berpatroli chat room di mana penyalahgunaan berlangsung.

“Pedofilia melakukan ini karena mereka merasa bahwa hukum tidak berlaku untuk mereka. Internet adalah gratis, tapi bukan tanpa hukum,” kata Guyt.

Menurut PBB dan FBI, ada lebih dari 750.000 anak predator online pada saat ini, namun Terre des Hommes mengatakan baru enam orang telah dihukum karena terlibat dalam webcam pariwisata seks anak di dunia, kata kelompok hak asasi.

Sumber: Virtual Filipina girl snares 1,000 pedophiles

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Tiongkok berusia 89 tahun pimpin protes pembongkaran salib
  2. Ahok: Pertemuan lintas agama penting mengatasi prasangka buruk
  3. Polisi Filipina serang pengungsi di gereja
  4. Selama liburan Paus Fransiskus pilih bersantai di kediamannya
  5. Uskup, imam di Tiongkok bersatu menentang pembongkaran salib
  6. Gereja Katolik harus 'semakin berani bersuara' soal perubahan iklim: KWI
  7. Izin rehab gedung Gereja Alkitab Indonesia dibekukan
  8. BNN dan KWI jalin kerjasama penanggulangan narkoba
  9. Pemimpin Gereja sambut baik pembebasan pria Kristen terkait penghujatan
  10. Komunitas suku dominasi panggilan religius di Asia Selatan
  1. Pentahbisan uskup secara publik pertama di Tiongkok sejak 2012
  2. Kapolri minta Kapolda Papua yang baru dekati pastor dan pendeta
  3. Ensiklik Laudato Si’ mulai diterapkan di keuskupan India
  4. Mantan presiden India dikenang sebagai pemersatu semua agama
  5. Grasi pengguna narkoba jadi solusi kelebihan kapasitas penjara
  6. Pameran St. Yohanes Paulus pererat hubungan Katolik-Yahudi
  7. BNN dan KWI jalin kerjasama penanggulangan narkoba
  8. Uskup, imam di Tiongkok bersatu menentang pembongkaran salib
  9. Said Agil: Prinsip NU adalah melindungi hak minoritas
  10. Aktivis lingkungan kecewa dengan pidato kenegaraan Presiden Aquino
  1. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  2. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  3. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
  4. Papua itu besar, jauh di perbatasan, kurang peminat yang mau berdedikasi di desa...
    Said on 2015-07-25 08:01:00
  5. Yang salah ya salah dan harus masuk penjara. Jangan anggap enteng percikan api ....
    Said on 2015-07-24 08:25:00
  6. Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kew...
    Said on 2015-07-24 08:16:00
  7. Kalau masyarakat mau mengatur seenaknya, untuk apa ada bupati, DPRD dsb.? Merek...
    Said on 2015-07-24 08:04:00
  8. Benar, harus tertib pada aturan dan tata kota. Semoga dimengerti sebelum ditind...
    Said on 2015-07-24 07:49:00
  9. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  10. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
UCAN India Books Online