UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Membina ormas melawan Konstitusi

06/11/2013

Membina ormas melawan Konstitusi thumbnail

 

Kekerasan bermotif suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) masih terus berlangsung di Tanah Air. Tidak ada jaminan kekerasan seperti itu akan berakhir jika pemerintah tidak pernah tegas. Kampanye “berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia” tak banyak berarti. Malah, ada kesan pemerintah memberi ruang terjadinya kekerasan berbasis SARA.

Meski punya rekam jejak panjang di balik sejumlah aksi kekerasan, tidak membuat Front Pembela Islam (FPI) dijauhi pemerintah. Melalui sejumlah kementerian, pemerintah memfasilitasi bahkan membiayai kegiatan FPI maupun kelompok intoleran lainnya.

Medio Juli 2013, sekelompok massa dari FPI Temanggung bentrok dengan warga di Sukerejo Kendal, Jawa Tengah (Jateng). Bentrok ini dipicu penolakan warga terhadap sweeping FPI di lokalisasi Sarem. Beberapa orang terluka.

Berjejer daftar kekerasan yang melibatkan anggota FPI sejak pembentukannya, terutama yang terlihat ketika mereka melakukan sweeping terhadap segala yang mereka anggap pelanggaran aturan syariat Islam.

FPI bahkan pernah menyerang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jalan Medan Merdeka Utara, hingga pagar kantor kementerian tersebut roboh. Saat itu FPI memprotes peraturan daerah (perda) yang memungkinkan jual beli minuman keras di beberapa daerah.

Dekat dengan Kemendagri

Namun, rupanya ragam kekerasan itu tidak membuat FPI diisolasi pemerintah. Malah hubungan FPI dan pemerintah kian mesra. Satu bulan setelah kerusuhan Kendal, FPI mengadakan hajatan besar. Tabligh Akbar memperingati 15 tahun berdirinya organisasi tersebut. Pawai keliling Jakarta menjadi salah satu acaranya. Habib Rizhieq, Ketua Umum FPI berdiri di atas mobil mewah Rubicon, memasang senyum sepanjang jalan.

Kementerian Agama juga berpartisipasi memberikan sumbangan pendanaan acara ini. Itu diakui Humas Lembaga Dakwah DPP FPI, Habib Noval Haidar Bamu’min, tanpa menyebut besaran sumbangan tersebut. Ada beberapa kegiatan FPI yang mendapat sokongan dana dari pemerintah melalui Kementerian Agama.

“Misalnya saat tabliqh akbar lalu,” katanya. Menteri Agama Suryadharma Ali juga turut menghadiri Munas FPI III bertema “Menuju NKRI Bersayariah”.

Kemesaraan FPI dengan pemerintah bukan hanya tergambar dari bantuan dana. Beberapa waktu lalu Mendagri Gamawan Fauzi, juga mengarahkan pemerintah daerah yang berada di bawah koordinasinya untuk bekerja sama dengan FPI. Gamawan juga menyebutkan FPI sebagai aset bangsa.

Noval Haidar mengatakan hubungan FPI dengan Kemendagri memang cukup harmonis. Berulang kali pejabat Kemendagri berkunjung ke kantor DPP FPI. Organisasi itu selalu diberitahu jika ada program-program Kemendagri terkait ke-ormasan.

Menurut Noval, hubungan FPI dan Kemendagri justru semakin dekat setelah insiden penggerudukan kantor Kemendagri. Memang, Noval mengatakan saat itu ada insiden perusakan pagar, tetapi cara-cara yang ditempuh FPI sebelum protes di Kemendagri sudah sesuai prosedur. “Mungkin dari situ Pak Gamawan tahu, FPI sebenarnya baik,” katanya.

Juru Bicara Kemendagri, Restuardi Daud, mengatakan pembinaan dan ajakan kerja sama yang dilakukan pemerintah terhadap FPI merupakan amanat undang-undang tentang keormasan. “Tugas pemerintah melakukan itu, tidak bisa dibiarkan. Kalaupun ada yang salah, kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja,” ujar Restuardi.

Dia mengatakan, dalam UU Nomor 17/2013 tentang Ormas ada tiga tugas yang harus dijalankan, yaitu fasilitasi kebijakan, peningkatan kelembagaan, dan pengembangan sumber daya. Kepada FPI dan 139.956 ormas yang telah terdaftar di Kemendagri, pemerintah melakukan fungsi tersebut.

Atas dasar amanat itu, dilakukan kerja sama dengan pemda. Misalnya, agar ormas berpartisipasi memudahkan kebijakan pemda, melakukan kemitraan, juga peningkatan kapasitas sumber daya dengan melakukan pelatihan-pelatihan. “Kita rangkul semua, tidak terkecuali FPI,” tegasnya.

Pemerintah didikte

Namun, dukungan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah terhadap FPI ini menuai kritik. Pembinaan, apalagi dukungan pendanaan, dipandang sebagai bentuk permisif pemerintah terhadap aksi-aksi kekerasan. Nantinya FPI atau ormas manapun yang senang memaksakan kehendak dengan kekerasan, malah seolah mendapat legitimasi atas perbuatan-perbuatan anarkistisnya.

Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan, aksi-aksi kekerasan FPI yang penyelesaian hukumnya tidak adil malah membuat organisasi ini semakin kokoh dan diperhitungkan. Hendardi mengatakan, tugas Mendagri memang melakukan pembinaan, tapi tidak sepantasnya ormas-ormas yang punya rekam jejak kekerasan disamakan haknya dengan ormas-ormas lain yang justru berjalan beriringan dengan konstitusi.

Dukungan pemerintah tentu akan memperkokoh FPI sebagai organisasi vigilante. Sweeping akan semakin marak dilakukan atas nama ketertiban sosial. “Praktik intoleransi akan subur,” tuturnya.

Di balik itu juga ada kecurigaan Gamawan Fauzi sedang melakukan kapitalisasi politik terhadap FPI. Kecurigaan adanya politisasi di balik dukungan pemerintah terhadap FPI maupun ormas-ormas radikal lainnya, dikemukakan anggota Komisi III DPR dari PDIP, Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, ada ketidakkonsistenan antara pernyataan dan perilaku petinggi-petinggi negara saat ini.

Beberapa waktu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Namun, di sisi lain justru ada pembiaran terhadap perilaku premanisme yang berkedok agama. Jajaran pemerintahan di bawahnya justru memberikan dukungan pembinaan dan dana.

“Saya kira cuma Wali Kota Bogor yang lalu saja yang mempermasalahkan gereja. Tapi, pada tahun politik ini tiba-tiba pemimpin di tingkat pusat ke kanan semua, termasuk Presiden SBY yang dulunya bilang tidak boleh kalah dengan premanisme, termasuk Mendagri Gamawan Fauzi,” tegas Eva Kusuma Sundari.

Eva mengatakan, sangat tidak masuk akal pemerintah memberikan pembinaan kepada ormas yang watak intolerannya melekat pada “konstitusi” ormas tersebut. Bagaimana mungkin ormas-ormas yang melazimkan kekerasan dalam perilakunya justru dibiarkan jadi partner polisi.

Jika memang ormas-ormas tersebut tidak perlu dibubarkan, setidaknya pemerintah tidak memberi angin, apalagi turut mendanai ormas-ormas anarkistis dengan APBN. Pemerintah tidak boleh memberikan perlindungan terhadap mereka.

“Lagipula tidak fair. Dukungan dana diberikan kepada ormas tersebut, namun digunakan untuk menggebuki orang lain. Itu kan lucu,” kata Eva.

Sumber: Sinar Harapan

 

 

  • Elyas Joseph

    Beginilah jadinya jika negara dipimpin seorang Presiden yang terpilih hanya karena memperoleh coblosan kertas suara terbanyak…………

  • osewe akhere

    SILAKAN MENGAMBIL WAKTU ANDA UNTUK MEMBACA MY TESTIMONI PENDEK YANG MUNGKIN BERMANFAAT UNTUK ANDA ATAU ORANG DEKAT KEPADA ANDA .
    Halo
    Nama saya Cynthia James . saya ingin berbagi kesaksian singkat dengan orang-orang baik di dunia ini . Ini mungkin berguna untuk Anda dalam satu cara atau yang lain . Ini adalah kisah saya .
    Suami
    saya pikir poligami tidak salah , ia telah melihat gadis lain untuk
    masa lalu 1 tahun sekarang, dan saya mengatakan kepadanya bahwa ia harus
    berhenti tetapi ia mengatakan ia jatuh cinta dengan dia , mereka bahkan
    berbicara tentang telah bersama-sama ” SELAMANYA ” dan juga
    dia bergerak dengan kami . suami
    saya masih mencintai saya, dia menyesal masuk ke ini di tempat pertama ,
    tetapi tidak bersedia untuk break-up dengan dia , dia bilang kalau dia
    jadi break-up , tidak akan ada hubungan lain di luar pernikahan mereka. Kemudian
    saya menjelaskan dan mengeluh kepada TEMAN SANGAT BAIK saya disebut
    MERCY , dan dia menghubungi saya dengan satu kastor mantra disebut DR
    OKOSU.this orang besar mengatakan kepada saya bahwa suami saya berada di
    bawah mantra wanita . Tapi
    dia mampu memecahkan mantra dan suami saya mengakhiri hubungan dengan
    wanita dalam waktu 48 jam dan ia datang kembali ke saya minta maaf untuk
    semua hal yang ia lakukan dan memohon pengampunan bagi saya . Saya
    berdoa agar TUHAN YANG MAHA ESA akan terus menggunakan Anda untuk
    membantu people.Friends lain tidak tetap diam karena mereka mengatakan ”
    MASALAH BERSAMA ADALAH SETENGAH SOAL LATIHAN ” Tapi saya mengatakan
    masalah bersama pria besar adalah ” MASALAH PERMANEN LATIHAN
    ” karena orang seperti DR OKOSU memiliki solusi untuk semua masalah
    Anda , tidak peduli masalah hanya menghubungi dia di nya Email :
    drokosu01@gmail.com saya hidup bahagia sekarang dengan suami saya dan
    saya 2 indah kids.DR OKOSU bilang aku juga dapat menghubungi dia di salah satu masalah berikut :

    ( 1 ) ingin kembali mantan Anda .
    ( 2 ) Anda selalu memiliki mimpi buruk .
    ( 3 ) Untuk dapat dipromosikan di kantor Anda
    ( 4 ) Ingin anak .
    ( 5 ) Apakah Anda ingin menjadi kaya .
    ( 6 ) ingin memegang suami / istri untuk menjadi milikmu sendirian selamanya .
    ( 7 ) memerlukan bantuan keuangan .
    8 ) Apakah Anda ingin berada dalam kontrol Anda pernikahan
    9 ) Ingin Anda tertarik pada orang
    10 ) kekanakannya
    11 ) MEMBUTUHKAN SUAMI / ISTRI
    13 ) CARA MENANG LOTTERY ANDA
    14 ) PROMOSI SPELL
    15 ) PERLINDUNGAN SPELL
    16 ) SPELL BISNIS
    17 ) BAIK SPELL JOB
    18 ) Obat untuk penyakit apapun.
    Hubungi DR OKOSU hari ini dan Anda akan senang Anda lakukan . Email : drokosu01@gmail.com
    TERIMA KASIH UNTUK WAKTU ANDA ….

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  3. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  4. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  5. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  6. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  7. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  8. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  9. PGI: Sebelum hadiri Natal di Papua, Jokowi harus tunjukkan sikap tegas atas tragedi Paniai
  10. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  4. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  5. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  6. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  7. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  8. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  9. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  10. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online