UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Keluarga aktivis yang hilang kecam pernyataan Prabowo

08/11/2013

Keluarga aktivis yang hilang kecam pernyataan Prabowo thumbnail

 

Orangtua aktivis korban penculikan tahun 1997-1998 pada Kamis (7/11) mengecam pernyataan Prabowo Subianto, mantan petinggi militer kala itu, yang menyatakan tidak terlibat dalam kasus penculikan, meski kelompok HAM dan keluarga korban meyakini ia merupakan salah satu orang orang yang paling bertanggung jawab.

Dalam wawancara dengan majalah mingguan TEMPO Edisi 28 Oktober-3 November, Prabowo, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang kalah itu memegang komando salah satu pelaku penculikan, yaitu Tim Mawar, mengaku tidak terlibat dan hanya melaksanakan perintah atasan.

11 anggota Tim Mawar sudah dibawa ke pengadilan militer dan dipecat akibat kasus ini. Meski Prabowo juga dipecat dari militer, namun ia tidak pernah diadili.

9 aktivis yang diculik Tim Mawar kemudian bisa hidup bebas, tetapi 13 lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Prabowo, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang akan mencalonkan diri menjadi presiden dalam pemilu tahun mendatang, menurut  keluarga korban penculikan dan aktivis HAM sedang berupaya mencuci tangan dari persoalan HAM masa lalu.

“Pernyataan Prabowo bagi kami sangat menyakitkan. Ia melepaskan tanggung jawab dalam rangka nyapres sehingga melepaskan diri atas kasus kemanusiaan ini,” kata Paian Siahaan, 66, ayah Ucok Munandar Siahaan, seorang mahasiswa yang diculik pada Mei 1998.

Ucok, seorang mahasiswa aktivis dari STIE Perbanas, Jakarta, yang hilang pada usia 21 tahun, diculik dari kosnya di Ciputat, Tangerang.

“Beberapa hari sebelum hilang, ia sempat mengatakan kepada saya, ada orang yang selalu membututi dia setiap hari”, kata Paian.

Dalam konferensi pers di kantor Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jakarta Pusat, ia menyatakan, “tidak percaya Prabowo tidak terlibat”.

“Ia saat itu yang menjadi pengendali kerja anak buahnya, Tim Mawar. Tidak mungkin mereka bekerja tanpa komando dia”, tegasnya.

Ruyati Darwin, 65, ibu dari Eten Karyana, mahasiswa semester akhir sastra Prancis Universitas Indonesia (UI) yang hilang antara 13-15 Mei 1998 mengaku prihatin atas ucapan Prabowo.

“Ia dalang penculikan itu. Penyataannya membangkitkan luka kami, karena korban adalah anak pertama kami, harapan hidup di masa yang akan datang,” katanya.

“Semoga Prabowo memikirkan lagi pernyataannya. Kami keluarga korban kehilangan segala-galanya,” tambah Ruyati yang sejak 2007 hingga kini terus setia mengikuti Aksi Kamisan, dengan berdiri di seberang istana presiden, meminta penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Sementara Haris Azhar, Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengatatakn, pernyataan Prabowo tersebut dapat menjadi petunjuk baru akan keterlibatannya.

Dalam hasil penyelidikan Tim Pro Yustisia Komnas HAM pada 2006 yang sudah diserahkan kepada Kejaksaan Agung dan hingga kini belum ditindaklanjuti, kata Haris, disebutkan adanya keterlibatan petinggi militer dalam kasus penculikan kala itu.

Haris mengatakan, keterlibatan Prabowo tidak terlepas dari unsur pertanggungjawaban komando, sebagaimana  ditegaskan dalam Pasal 42 ayat (1) UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa, “Komandan militer atau seseorang yang secara efektif bertindak sebagai komandan militer dapat dipertanggungjawabkan terhadap tindak pidana yang berada di dalam yurisdiksi Pengadilan HAM, yang dilakukan oleh pasukan yang berada di bawah komando dan pengendaliannya yang efektif, atau di bawah kekuasaan dan pengendaliannya yang efektif dan tindak pidana tersebut merupakan akibat dari tidak dilakukan pengendalian pasukan secara patut…“.

Menurut Haris, Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus memanggil Prabowo, memintai keterangan terkait keterlibatannya.

Merespons desakan ini, Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, mengatakan kepada wartawan di Jakarta, kasus penculikan itu sudah selesai diadili.

“Kasus 98 itu, yang disebut sebagai orang hilang, pernah diadili melalui mahkamah militer, pelakunya ada yang dipecat dan dihukum penjara, itu ada yg dinamakan Tim Mawar, udah selesai,” tuturnya.

Ryan Dagur, Jakarta

Sumber: Presidential hopeful washes hands of 1998 crimes

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Waspadalah terhadap terorisme 'bersarung tangan putih', kata Paus kepada biarawati dari Tanah Suci
  2. Kanonisasi dua biarawati asal Palestina mendorong perdamaian
  3. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  6. Umat Katolik Toraja se-Jabodetabek merayakan Paskah
  7. Klerus AS desak sinode mendatang keluarkan pernyataan yang jelas dan tegas terkait ajaran Gereja
  8. Uskup Agung Samarinda ajak umat Katolik untuk terus memberikan kontribusi
  9. Perdebatan transgender di Korea Selatan mendorong para aktivis LGBT menentang Kristen
  10. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  1. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  2. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  3. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  4. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  5. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  6. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  7. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  8. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  9. Indonesia dan Malaysia sepakat bantu imigran Rohingya
  10. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online