Suster dan pastor advokasi kasus pembantu yang dihamili Bupati

08/11/2013

Suster dan pastor advokasi kasus pembantu yang dihamili Bupati thumbnail

 

Para suster dan pastor di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang berupaya mengadvokasi kasus yang dialami Maria Sisilia Natalia, mantan pembantu Bupati Ngada, Marianus Sae.

Menurut Suster Eustochia Monika Nata SSpS, Ketua Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), Natalia melahirkan seorang bayi laki-laki pada 7 Mei 2012, hasil hubungannya dengan Bupati Marianus. Namun, bupati selalu membantah hal ini.

“Kami punya data berupa catatan, surat kuasa, rekaman, video wawancara. Semua data itu menyebutkan bahwa ayah biologis anak dari Maria Sisilia Natalia adalah Bupati Ngada”, kata Suster Eustochia dalam konferensi pers di Maumere, Kamis (7/11), dimana ia didampingi Pastor Otto Gusti Madung SVD, Pastor Ignas Ledot SVD, beberapa suster dan aktivis kemanusiaan lain.

Ia menambahkan, “Semua data kami miliki, kami pegang dan kami simpan. Jika, ada pihak yang melaporkan kasus ini, kami siap menjadi saksi hukumnya.”

Pernyataan ini, kata dia, ingin mengklarifikasi berita yang dimuat beberapa media lokal beberapa minggu terakhir sekaligus membantah pernyataan Bupati Marianus dalam video berjudul “Klarifikasi Bupati Ngada di depan Rakyatnya” yang di-upload di Youtube pada 29 Oktober 2013.

Dalam video tersebut, Bupati Marianus mengatakan, berita tentang skandalnya dengan Natalia adalah bohong dan bagian dari strategi lawan politik untuk menjatuhkan pamornya.

Suster Eustachia menekankan,  bukan hanya TRUK-F yang siap menjadi saksi di depan sidang peradilan, tetapi pihak Komnas Perempuan pun bersedia untuk menjadi saksi ahli atas kasus ini.

“Kami memiliki bukti yang kuat dan yang jelas klarifikasi atau bantahan Bupati itu adalah bentuk pembelaan diri”, tegasnya.

TRUK-F juga menunjukkan surat kuasa dari Natalia yang melimpahkan proses penyelesaian kasus ini kepada Divisi Perempuan TRUK-F.

Dalam kesempatan tersebut, Suster Eustochia juga menjelaskan, sebelumnya Bupati Marianus menawarkan Divisi Perempuan TRUK-F untuk bernegosiasi dengannya, tanpa menjelaskan dengan detail apa yang ingin dibicarakan dalam negosiasi tersebut.

Bupati Marianus meminta agar Sr. Eustochia SSpS mau berangkat ke Denpasar, Bali seorang diri untuk bertemu dengannya. Namun, hal ini ditolak oleh TRUK-F.

Reporter Ucanews.com, Maumere dan Jakarta




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online