Vatikan ingatkan umat Katolik terkait penampakan di Medjugorje

08/11/2013

Vatikan ingatkan umat Katolik terkait penampakan di Medjugorje thumbnail

 

Kongregasi Ajaran Iman  (CDF) Vatikan telah menginstruksikan umat Katolik untuk tidak berpartisipasi dalam acara-acara dimana mereka dijanjikan berdasarkan penampakan St. Perawan Maria yang terjadi di Medjugorje.

Pada 24 Juni 1981, enam orang anak dari kota Medjugorje, Yugoslavia (kini, Bosnia-Herzegovina), mulai mengalami fenomena yang mereka klaim sebagai penampakan Bunda Maria.

Penampakan ini memberikan pesan damai bagi dunia, juga pertobatan, doa dan puasa. Penampakan ini juga menitipkan pesan-pesan tentang kejadian- kejadian yang akan digenapi di masa yang akan datang. Rahasia ini belum dinyatakan kepada publik.

Selama bertahun-tahun, umat Katolik telah diinformasikan bahwa penampakan Bunda Maria di Medjugorje sungguh terjadi, dan telah diumumkan secara publik di gereja-gereja.

Namun, Uskup Agung Gerhard Ludwig Müller, Prefek Kongregasi Ajaran Iman, Vatikan menyerukan Gereja untuk menghentikan berbagai acara terkait peristiwa penampakan ini.

Dalam suratnya pada Oktober kepada Konferensi Waligereja Amerika Serikat (AS), Uskup Agung Carlo Maria Vigano, Duta Vatikan di Washington, menyampaikan pesan dari Uskup Agung Müller, bahwa klerus dan umat Katolik tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam berbagai pertemuan, konferensi  atau perayaan publik terkait ‘penampakan’ tersebut.

Dalam pesannya – yang ditujukan kepada Msgr  Ronny Jenkins, sekjen Konferensi Waligereja AS, yang akan didistribusikan kepada hierarki AS – Uskup Agung Vigano memperingatkan para uskup bahwa CDF saat ini sedang menyelidiki penampakan di Medjugorje tersebut.

Sumber: Vatican gives firm thumbs-down to ‘seers’ of Medjugorje




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online