UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Himpunan Penghayat Kepercayaan: Hukum adat perlu dimasukkan dalam tatanan hukum Indonesia

13/11/2013

Himpunan Penghayat Kepercayaan:  Hukum adat perlu dimasukkan dalam tatanan hukum Indonesia thumbnail

 

Ketua Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) Pusat, Hadi Prajoko mendesak pemerintah segera memasukkan unsur-unsur hukum adat dalam tatanan hukum positif Indonesia. Selama ini pemerintah dinilai terlalu banyak mengadopsi aturan hukum dari luar sehingga melupakan, bahkan menafikan hukum adat yang merupakan hukum asli dan berlaku mengakar dalam masyarakat Indonesia.

“Harus ada revolusi hukum di Indonesia sehingga hukum adat asli Indonesia diakui dan bisa diterapkan secara nyata dalam tata perundangan Indonesia,” Hadi menegaskan, disela-sela musyawarah nasional luar biasa (munaslub) HPK di Gedung Gelombang Samudra Wisma Gajah Mada Pangkalan TNI AL Malang, Senin (11/11), seperti dilansir tribunnews.com.

Contoh paling sederhana, Hadi melanjutkan, adalah pengakuan tentang kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hingga saat ini pemerintah hanya mengakui dan memerhatikan enam agama, yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Padahal Pasal 29 UUD1945 tentang Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan dengan tegas diakui adanya aliran kepercayaan yang tentu bukan merupakan bagian dari keenam agama tersebut.

Dampaknya, para penganut penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa terpaksa mencantumkan agama tertentu sebagai identitasnya di KTP agar tidak dianggap minoritas, berbeda, dan lebih mudah bersosialisasi.

Revolusi

Pada munaslub, para penganut HPK yang mengaku sebagai original religion (penganut agama asli Indonesia) bertekad menyatukan visi dan misi untuk meneguhkan kembali kearifan lokal bangsa Indonesia.

Menurutnya, sejak dini anak-anak harus dibekali wawasan luhur yang orisinal dan tidak direkayasa.

Dalam munaslub yang berlangsung hingga 13 November, juga digelar orasi kebudayaan dalam rangka revolusi kebudayaan. Hadi lantas mengilustrasikan kehebatan bangsa Cina dalam merevolusi kebudayaan sehingga berdampak positif bagi kemajuan negaranya saat ini.

Sebaliknya, bangsa Indonesia yang kaya justru tetap tertinggal karena masyarakatnya belum optimal memaknai kekayaan budayanya. “Bangsa Cina bisa maju pesat karena mereka benar-benar menggali identitas bangsanya. Mereka percaya diri menggunakan identitas itu sekalipun zaman terus berkembang. Tapi bagi bangsa kita, rasa seperti itu justru semakin luntur,” kata pria yang juga dosen ilmu hukum ini.

Sebanyak 1.223 rumpun kepercayaan di Indonesia hadir dalam munaslub di Wisma Gajahmada Kota Malang, 10-13 November 2013.

Acara lima tahunan tersebut sekaligus sebagai ajang tukar pikiran anggota HPK dalam upaya melestarikan kebudayaan asli Indonesia.

HPK berdiri sejak tahun 1955, tetapi baru dilegalisasi pemerintah tahun 1978 melalui Ketetapan MPR No 4 Tahun 1978 dan Keputusan Presiden Nomor 20 dan 40 Tahun 1978.

Indonesia memiliki ribuan rumpun kepercayaan, tetapi hanya sebagian kecil yang menunjukkan eksistensinya.

Di Jatim, misalnya, terdata ribuan himpunan kepercayaan, tetapi yang terdaftar hanya 600 rumpun.

 

 

One Comment on "Himpunan Penghayat Kepercayaan: Hukum adat perlu dimasukkan dalam tatanan hukum Indonesia"




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’
  2. Hari Kaum Muda menyatukan OMK Banglades
  3. Seorang misionaris di antara para ‘keluyur malam’
  4. Keluarga korban pembunuhan terkait narkoba dibantu atasi trauma
  5. Kardinal Zen khawatir terkait kesepakatan Vatikan dan Tiongkok
  6. Ribuan umat Katolik Filipina gelar reli doa menentang anti-kehidupan
  7. Umat Katolik didorong membangun budaya cinta
  8. Para uskup Korea memperkenalkan program diagnosis pastoral
  9. Keuskupan Vietnam kecam tindakan represif terhadap demonstran
  10. Duta Besar Vatikan yang baru tiba di India
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online