UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Indonesia kirim bantuan untuk korban Topan Haiyan

14/11/2013

Indonesia kirim bantuan untuk korban Topan Haiyan thumbnail

Dampak Topan Haiyan (Foto: sindonews,.com).

 

Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan 2 juta dolar AS untuk korban bencana akibat Topan Haiyan di Filipina yang diserahkan secara simbolis kepada Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Rosario C. Aguinaldo, demikian kata Menko Kesra Agung Laksono di Jakarta, Rabu (12/11).

Bantuan tersebut berupa uang tunai satu juta dolar AS yang dipercayakan kepada pemerintah Filipina untuk mengelolanya. “Terserah mereka bagaimana penggunaannya, kita tidak perlu campur tangan,”jelas Laksono kepada para wartawan.

Bantuan logistik senilai satu juta dolar AS, antara lain selimut, genset, alat penjernihan air, obat-obatan hingga masakan siap saji.

Menurut  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho selain bantuan yang disampaikan oleh Menko Kesra, Kementerian Pertahanan mengerahkan tiga pesawat Hercules C-130 serta personel untuk mengangkut 75 ton bantuan logistik berupa 6.000 paket makanan, 1.000 paket lauk, 21.000 paket tambahan gizi, 500 selimut, 1.000 paket sandang, 1.000 paket pakaian anak dan 10  genset.

Selain itu ada bantuan paket obat-obatan, paket makanan pendamping Air Susu Ibu dari Kementerian Kesehatan serta 500 dus mie instan, 1.000 paket makanan, 1.000 paket lauk, dan 1.000 paket selimut dari Kementerian Sosial.

Tiga pesawat Hercules TNI Angkatan Udara yang mengangkut 36,6 ton logistic diberangkatan pada Rabu.

“Bantuan sudah sampai di Filipina”, kata Nugroho melalui pesan singkat kepada ucanews.com.

Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia ini  sebagai rasa solidaritas kawasan di Asean yang tertimpa musibah.

“Bantuan Pemerintah Indonesia ini juga sesuai dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kapasitas negara sahabat dan komunitas Asean,” ujarnya.

Agung mengingatkan, solidaritas antarkawasan Asean ini juga telah diberikan kepada Indonesia saat tertimpa musibah tsunami di Aceh pada 2004 lalu, dimana Indonesia mendapat bantuan dari berbagai negara termasuk Filipina dengan bantuan helikopter untuk mengevakuasi korban.

Pekan depan, Palang Merah Indonesia (PMI) juga memberangkatkan 50  tim relawan bersama bantuan logistik senilai 2,8 miliar rupiah.

“Dengan perincian peralatan kebersihan dua ribu buah, dua ribu selimut, seribu tenda keluarga dan sepuluh ribu dus mie instan. Serta sembilan personil kesehatan, mobil klinik, enam personil air dan sanitasi, dua ambulance dan helikopter bolco untuk evakuas,” ujar Kepala Markas PMI Pusat Rapiudin Hamarun dala konprensi pers, Rabu.

Bantuan lain tim kemanusiaan dan logistik juga dikirimkan oleh Dompet Dhuafa, sebuah lembaga zakat berbasis Islam.

“Kita akan fokus aksi di Cebu dan Tacloban bekerja sama dengan mitra lokal yang sudah kita inisiasi saat topan Bhopa beberapa tahun lalu,” kata salah seorang anggota tim, Asep Beny yang juga Manager Respon Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Karitas Indonesia (Karina), sebuah lembaga bantuan kemanusiaan yang berada di bawah Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ketika dihubungi ucanews.com, mengaku hari ini, Kamis baru menggelar rapat untuk menyepakati apa yang akan dilakukan untuk memberi bantuan.

Topa Haiyan yang menghantam Filipina, Jumat (8/11) lalu.  Pemerintah Filipina melaporkan jumlah korban tewas sekitar  2.500 orang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan topan dahsyat itu telah  berdampak pada lebih dari 11 juta dan sejumlah 673.000 orang terlantar.

Ryan Dagur, Jakarta

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang calon imam dianiaya, seminari tinggi diserang
  2. Gereja minta Jokowi ungkap kelompok garis keras yang kacaukan Papua
  3. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  4. Vatikan bentuk sebuah komisi untuk merampingkan prosedur pernikahan
  5. 'Pacem in Terris' menarik non-Katolik di Jepang
  6. Menag: Pemaksaan kehendak salahi etika Islam
  7. Jokowi: Konflik berlatar belakang agama bisa diselesaikan dengan pendekatan ke masyarakat
  8. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  9. Paus Fransiskus tunjuk lebih banyak perempuan untuk Komisi Teologi Internasional
  10. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  1. Vatikan: Hari Komunikasi Sedunia 2015 fokus pada keluarga
  2. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  3. Paus Emeritus Benediktus XVI disebut kakek dari semua kakek
  4. Sambil berdemontrasi demi pro demokrasi, para mahasiswa Kristiani menyalurkan makanan
  5. Minoritas agama menuntut pemerintah bertindak tegas terkait kampanye kebencian
  6. Menerapkan Revolusi Mental
  7. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  8. Para uskup Korea luncurkan program 9 pekan menentang nuklir
  9. RUU Pilkada baru disahkan, Koalisi Masyarakat Sipil langsung ajukan Uji Materi ke MK
  10. Seorang calon imam dianiaya, seminari tinggi diserang
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online