KWI ajak umat atasi penyalahgunaan narkoba

15/11/2013

KWI ajak umat atasi penyalahgunaan narkoba thumbnail

Misa penutupan Sidang KWI di Gereja Kristus Raja, Jakarta.

 

Para uskup mengajak seluruh umat Katolik di Indonesia untuk terlibat secara aktif dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba yang dianggap sebagai bencana kemanusiaan yang sangat membahayakan dan mampu meruntuhkan sendi-sendi kehidupan bangsa.

“Narkoba telah menyebabkan banyak orang menderita secara fisik dan juga secara rohani. Ini sungguh menyedihkan kami. Oleh karena itu, para Bapak Uskup dalam sidang ingin agar kita semua ikut terlibat,” kata Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam homili saat Misa yang diadakan Kamis (14/11) sore di Paroki Kristus Raja di Pejompongan, Jakarta Pusat. Misa ini menutup Sidang KWI yang digelar selama 10 hari dan dihadiri oleh lebih dari 30 uskup.

Selama sidang, para uskup juga mengikuti hari-hari studi dengan mendatangkan sejumlah narasumber.

“Kami, para uskup, telah mendengar tentang penyalahgunaan narkoba selama studi di awal sidang. Setelah kami mempelajarinya, kami mengajak seluruh umat beriman untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba yang merusak kehidupan orang yang terlibat didalamnya,” kata prelatus itu.

“Sidang ini mengajak kita semua, seluruh umat Gereja, untuk memberi perhatian kepada korban-korban narkoba dan untuk memberi perhatian kepada rehabilitasi bagi mereka yang terkena narkoba,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau agar para orangtua juga memberi perhatian kepada anak-anak mereka untuk mencegah adanya penyalahgunaan narkoba.

Berbicara kepada ucanews.com, Uskup Agung Sudarso menyinggung soal bahaya penyalahgunaan narkoba bagi keluarga. “Kemarin (saat sidang) kami juga mengundang sebuah keluarga yang anaknya terkena narkoba. Narkoba memberi keluarga suatu masalah seperti keretakan (rumah tangga),” katanya.

Terkait upaya rehabilitasi, ia menegaskan bahwa ini harus menjadi langkah pertama dalam membantu para korban penyalahgunaan narkoba. “Banyak korban narkoba yang dimasukkan ke penjara. Itu bukan jalan. Jadi untuk membantu korban narkoba adalah menyiapkan pusat-pusat rehabilitasi.”

Ia juga menyarankan agar setiap keuskupan hendaknya bekerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit Katolik setempat. “Rumah sakit Katolik, walaupun kecil, mulai membuat rehabilitasi,” katanya.

Sebagai contoh, Uskup Agung Sudarso lalu menyebut Rehabilitasi Kunci yang didirikan oleh para bruder Karitas (FC) pada November 2005 di Sleman, Yogyakarta.

Bruder Apolonaris Setara FC, yang juga narasumber untuk sidang para uskup itu, mengatakan bahwa pusat rehabilitasinya itu telah memberikan pendampingan kepada sekitar 200 remaja.

“Penyebab mereka menggunakan narkoba adalah pergaulan bebas, masalah keluarga dan percekcokan dalam keluarga,” katanya kepada ucanews.com melalui telepon.

Ia menyambut ajakan para uskup karena ini menunjukkan kemauan Gereja untuk terlibat dalam proses penanganan para pecandu narkoba. “Ini belum terlambat,” katanya, seraya menambahkan bahwa 30 persen dari sekitar empat juta pengguna narkoba di seluruh Indonesia adalah umat Katolik berusia 10-40 tahun.

Sambutan positif juga diberikan oleh Serafina Dwi Pervitasari, seorang guru bina iman di paroki Pejompongan tersebut. “Saya, sebagai umat Katolik, setuju sekali ini dijadikan sebagai misi Gereja untuk menyelamatkan generasi penerus,” katanya kepada ucanews.com.

Selain upaya untuk memerangi penyalahgunaan narkoba, KWI juga mengimbau seluruh umat Katolik untuk berperanserta dalam mengawal perjalanan bangsa menjelang Pemilu 2014.

Katharina R. Lestari, Jakarta

 

 

One Comment on "KWI ajak umat atasi penyalahgunaan narkoba"

  1. GoHwieKhing King Gaudi on Sun, 17th Nov 2013 8:51 am 

    Perjuangan melawan Narkoba yang pertama harus dilakukan adalah dengan mencermati jalannya penangkapan, sidang sampai vonis hakim dalam urusan Narkoba. Kemudian secara lumnintu mengawasi jalannya hukuman mereka dipenjara, apa sudah dilaksanakan sesuai niat Penegakan Hukum atau tidak. Ini akan mendatangkan efek jera bagi yang belum tertangkap dan yang baru mulai.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online