UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Bantuan Katolik menargetkan dua wilayah yang dilanda topan

19/11/2013

Bantuan Katolik menargetkan dua wilayah yang dilanda topan thumbnail

 

Catholic Relief Services (CRS), sebuah lembaga batuan Katolik di Amerika Serikat (AS), Minggu, mengumumkan bahwa pihaknya akan memprioritaskan pembangunan kembali rumah-rumah yang hancur di kota Palo dan kota McArthur di Provinsi Leyte.

“Kami akan membangun kembali rumah-rumah warga agar mereka bisa berkumpul kembali. Kami akan melakukan yang terbaik yang kami bisa,” kata Theodore Kardinal McCarrick, ketua CRS, kepada ucanews.com.

Pada Minggu Kardinal McCarrick mengunjungi Palo dan daerah terdekat Leyte yang parah akibat dihantam topan Haiyan pada 8 November.

Pemerintah mengatakan bahwa Provinsi Leyte dan Provinsi Samar adalah yang terparah, dengan penduduk sekitar 2,3 juta. Topan itu juga berdampak bagi provinsi-provinsi lain seperti Cebu, Iloilo, Capiz, Aklan, dan Palawan.

Donal Reilly, wakil direktur Tim Tanggap Darurat CRS, mengatakan lembaga ini akan mendirikan kantornya di katedral Palo, yang hancur akibat topan tersebut.

CRS mulai mendistribusikan air, sarana sanitasi dan terpal untuk membangun tenda yang dijadikan sebagai tempat penampungan sementara bagi mereka yang kehilangan rumah mereka.

“Saya tidak tahu berapa banyak kerusakan, tapi ini akan menghabiskan banyak dana untuk membangun kembali,” kata Reilly dalam sebuah wawancara. CRS telah berjanji US $ 20 juta untuk membantu korban topan.

Palo, yang memiliki penduduk 62.727, adalah rumah bagi Keuskupan Agung Palo, kediaman uskup agung dan seminari Katolik.

Konferensi Waligereja Filipina meminta organisasi Gereja dan kelompok agama agar masing-masing “menangani” sebuah paroki di keuskupan yang terkena bencana.

Uskup Agung Socrates Villegas Lingayen Dagupan, ketua presidium (terpilih) Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan sedikitnya 32 paroki di Keuskupan Borongan di Provinsi Samar dan 64 paroki di Keuskupan Agung Palo dapat ditangani.

“Kelaparan dan sakit tidak bisa menunggu. Jangan menunggu pemerintah. Kita harus membuka semua kemungkinan. Kita harus agresif dan kreatif dalam mengirim bantuan,” kata prelatus itu.

Pada Jumat lalu, Departemen Luar Negeri telah dijanjikan 43 donor internasional, bahkan di antaranya telah mengirimkan bantuan.

Nilai estimasi bantuan internasional sekitar US $ 126,8 juta.  Kemarin, PBB mengatakan hingga 12,9 juta orang telah terkena dampak topan tersebut sementara sekitar 2,5 juta membutuhkan bantuan segera.

Bernard Kerblat, perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, mengatakan tugas mendesak adalah “menyebarkan sebanyak mungkin bantuan karena ada 4,9 juta orang menghadapi kondisi mengerikan.”

Pada Sabtu, ratusan mayat tetap tergeletak di jalan-jalan Tacloban, ibukota provinsi Leyte, lebih dari seminggu setelah topan.

Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan menyebutkan korban tewas dikonfirmasi berjumlah 4.460 orang, sekitar 921.200 orang mengungsi, dari total 11,8 juta orang yang terkena, sementara sekitar 243.600 rumah hancur.

Namun, pemerintah melaporkan korban tewas 3.974 orang hingga Minggu, tapi pihak berwenang setempat mengatakan jumlah korban tewas bisa mencapai setinggi 14.000 orang.

Sumber: Catholic relief targets two centers ravaged by typhoon

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Menteri Anies kunjungi gereja di Ambon, pertama kali berdiri di mimbar gereja
  2. Gereja kecam persembunyian orang miskin selama kunjungan Paus
  3. Mantan staf Karitas dan PBB di Jepang memilih jadi biarawati
  4. Kemiskinan kronis memicu pekerja anak
  5. Tunawisma ditarik dari jalan-jalan, disembunyikan di penginapan mewah selama kunjungan Paus
  6. Kemensos siapkan 700 pekerja sosial rehabilitasi korban narkoba
  7. Tiongkok akan melanjutkan pentahbisan uskup ilegal
  8. Utusan Vatikan bertemu para pejabat Vietnam di Hanoi
  9. Uskup Agung Kuala Lumpur mengatakan kata 'Allah' masih digunakan dalam Misa
  10. Jaringan Islam Liberal: Charlie Hebdo tidak anti-Islam
  1. Kelompok HAM: Tiongkok lakukan pelanggaran HAM luar biasa
  2. Kemiskinan kronis memicu pekerja anak
  3. Gereja kecam persembunyian orang miskin selama kunjungan Paus
  4. Kardinal Baldisseri turut berdebat tentang keluarga menjelang sinode
  5. Pengadilan Tiongkok menolak klaim pendeta terkait pelanggaran hak asasi
  6. Presiden Obama ingatkan India terkait kekerasan agama
  7. 35 Ormas akan amendemen UU Narkotika
  8. Gerakan iklim Katolik global pertama diluncurkan
  9. Model pewartaan yang kontekstual
  10. Uskup Agung Kuala Lumpur mengatakan kata ‘Allah’ masih digunakan dalam Misa
  1. Boleh saja melarang jika di tempat publik, tetapi jaminlah kalau perayaan diadak...
    Said on 2015-01-14 07:48:00
  2. Saya selalu beranggapan bahwa kecelakaan tidak perlu terjadi... Bahwasanya terja...
    Said on 2015-01-14 07:44:00
  3. Alangkah indahnya nanti kalau ada pemimpin baik.. semoga terus demikian....
    Said on 2015-01-14 07:30:00
  4. Aceh lain sifatnya dari Indonesia pada umumnya.. Kita prihatin nasib perempuan t...
    Said on 2015-01-14 07:17:00
  5. Mudah2an semacam ensiklik juga ditujukan untuk Indonesia, walaupun kaum Kristen-...
    Said on 2015-01-14 07:06:00
  6. Perjalanannya masih panjang di Aceh.....
    Said on 2015-01-09 05:46:00
  7. Baik sekali kalau dalam TNI tidak membedakan perayaan Nasrani - yang hadir semua...
    Said on 2015-01-09 05:44:00
  8. Like...
    Said Yohanes Seandy Sunjoko on 2014-12-21 10:11:00
  9. Mestinya yang mengajar, ya mengajar yang baik. Janganlah di khotbah pada waktu ...
    Said on 2014-12-18 07:06:00
  10. iya, iya, baiklah... tenaga dalam saja, jangan senjata. ..Banser kan artinya ba...
    Said on 2014-12-18 07:03:00
UCAN India Books Online