Gereja berjuang bersama petani yang akan digusur

20/11/2013

Gereja berjuang bersama petani yang akan digusur thumbnail

 

Para pejabat Gereja Katolik di India bergabung bersama para petani dan penduduk lokal memprotes pembangunan yang direncanakan di kaki bukit Kerala, yang akan menggusur ribuan keluarga yang telah tinggal di kawasan itu selama beberapa generasi.

Para pengunjuk rasa mulai melakukan aksi protes 48 jam yang diadakan Gereja di wilayah yang dikenal sebagai Ghats Barat pada Minggu. Mereka memenuhi ruas-ruas jalan.

Kemarahan mereka telah dipicu oleh publikasi dari laporan Komite Lingkungan Kasturirangan di Ghats Barat.

Para pendukungnya mengatakan laporan rekomendasi itu akan membatasi pertambangan dan tidak ada warga akan digusur.

Tapi, Pastor Sebastian Kochupurackel, ketua Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Idukki mengatakan bahwa jika laporan itu diterapkan, itu akan memungkinkan negara untuk merampas tanah rakyat  atau mematikan para petani kecil, dan mereka akan digusur.

Penentang laporan itu mengatakan bahwa pemerintah telah menyusun ketentuan untuk mencegah petani dari lahan mereka dengan alasan melindungi lingkungan, sehingga mencekik penghidupan mereka dan memaksa mereka untuk meninggalkan tanah mereka.

“Sesama kami dipaksa untuk memperjuangkan kehidupan kami dan tanah dimana kami lahir. Keputusan pemerintah untuk melaksanakan (laporan) itu akan membahayakan keberadaan kami. Kami akan terus berjuang hingga  mati,” katanya.

Laporan ini mempengaruhi 123 desa di Distrik Idukki, mencakup lebih dari 5.000 hektarare. Kebanyakan orang di daerah tersebut beragama Katolik yang bermigrasi ke daerah itu pada awal tahun 1960-an.

Para pejabat Gereja mengatakan sekitar 800 ribu orang bisa digusur jika laporan itu dijalankan.

Madhu Anoop, seorang pengunjuk rasa beragama Hindu berusia 19 tahun, mengatakan kepada ucanews.com bahwa ia mendukung seruan Gereja Katolik.

“Aku di sini untuk melindungi tanah, tempat aku lahir. Keluargaku telah tinggal di sini selama 60 tahun. Jika kami harus pindah kemana kami akan pergi?” tanya Anoop.

“Kami berjuang untuk keadilan, agama tidak masalah bagi kami,” katanya.

Ratusan warga Muslim dan kasta rendah Dalit juga bergabung dalam aksi itu.

Surat gembala dibaca di gereja-gereja Keuskupan Idukki pada 10 November memperingatkan para pejabat bahwa mereka akan “turun ke jalan-jalan” jika mereka tidak menarik dukungan mereka terkait laporan tersebut.

Uskup Idukki Mgr Mathew Anikuzhikattil memperingatkan anggota Parlemen lokal PT Thomas bahwa ia akan kehilangan dukungan dalam Pemilu 2014 atas dukungannya terhadap laporan itu.

Sumber: Church stands up for Indian farmers who face displacement

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Warga Tamil hadapi kehidupan suram setelah kembali dari pengungsian akibat perang
  2. Gubernur Sulut dukung pembangunan pusat kaum muda Katolik
  3. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  4. Keuskupan Manado terus melakukan persiapan untuk IYD 2016
  5. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  6. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  7. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  8. Suara perempuan dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat
  9. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  10. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  1. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  2. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  3. Gubernur Sulut dukung pembangunan pusat kaum muda Katolik
  4. Suara perempuan dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat
  5. Warga Tamil hadapi kehidupan suram setelah kembali dari pengungsian akibat perang
  6. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  7. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  8. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  9. Forum dialog Jakarta-Papua demi selesaikan polemik Papua
  10. Di Tacloban, korban topan kembalikan keceriaan dengan festival
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online