UCAN Indonesia Catholic Church News

Komnas HAM desak penyalur Wilfrida dihukum berat

20/11/2013

Komnas HAM desak penyalur Wilfrida dihukum berat thumbnail

Wilfrida, TKI yang terancam hukuman mati, menuju sidang pengadilan di Mahkamah Tinggi Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, (17/11).

 

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), bersama Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mencari tahu perekrut dan penyalur Wilfrida Soik ke Malaysia secera ilegal.

“Jangan hanya proses hukum di Malaysia yang jadi perhatian, tapi juga perekrut dan penyalur Wilfrida harus dihukum,” kata Ketua Komisi Pengembangan Sistem Pemulihan Komnas Perempuan, Sri Nurherwati, kepada wartawan di Kupang, Rabu, 20 November 2013, seperti dilansir Tempo.co.

Ketiga perwakilan lembaga kemanusiaan ini datang ke NTT untuk mendesak pemerintah daerah mencari tahu siapa penyalur Wilfrida ke Malaysia, karena ia masih di bawah umur. “Perekrut Wilfrida ini juga harus dihukum berat,” katanya.

Dia mengatakan, ketiga lembaga kemanusiaan ini pun telah mengambil sejumlah langkah untuk menyelamatkan Walfrida dari hukuman mati dengan melakukan koordinasi dengan Komnas HAM Malaysia guna memberikan pembelaan berdasarkan sistem hukum di Malaysia.

Ketiga lembaga ini juga telah berkirim surat kepada Presiden RI. Mereka meminta Presiden melobi Sultan Kelantan serta Yang Dipertuan Agung Malaysia untuk memberikan perhatian pada kasus ini.

“Langkah-langkah tersebut telah dilakukan agar Wilfrida bisa bebas dari hukuman mati,” katanya.

Foto: Tempo.co




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  2. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  3. Caritas Melatih Guru untuk Mencegah Pelecehan Terhadap Anak-anak
  4. Pastor Soganub Akhirnya Bebas dari Tangan Pemberontak Marawi
  5. Pemerintah Jakarta, NU Berjuang Bersama Melawan Ekstremisme
  6. Sekitar 50.000 Warga Rohingya Terancam Kelaparan
  7. PBB Khawatir 1 Juta Rohingya Bakal Melarikan Diri ke Banglades
  8. Paus Minta Agar Uskup Baru Memiliki Sikap Mendengarkan
  9. Imam Salesian yang Dibebaskan Butuh Waktu untuk Pemulihan
  10. Uskup Pakistan Ingatkan Suu Kyi untuk Melindungi Muslim Rohingya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online