UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

RUU Kesehatan Jiwa cegah koruptor pura-pura gila

20/11/2013

RUU Kesehatan Jiwa cegah koruptor pura-pura gila thumbnail

Nova Riyanti Yusuf

 

Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Jiwa akan mempersulit koruptor yang berpura-pura mengalami gangguan jiwa saat menjadi tersangka atau terdakwa kasus korupsi.

“Koruptor yang berpura-pura mengalami gangguan jiwa tak bisa lagi berpura-pura karena RUU Kesehatan Jiwa akan dipakai untuk menentukan apakah seorang itu memang mengalami gangguan jiwa atau tidak. Ada bab dan pasal yang mengatur,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf di Jakarta, Selasa (19/11).

RUU ini akan membuat seorang koruptor yang disebut mengalami gangguan jiwa untuk diuji apakah benar atau tidak gila.

“Nanti akan diberikan sekitar 500 pertanyaan kepada orang yang berpura-pura mengalami gangguan jiwa. Dari situ akan diketahui apakah benar mengalami gangguan jiwa atau tidak. Proses ini tak bisa dimanipulasi bila ada tersangka korupsi yang berpura-pura gila,” ujarnya.

Sebaliknya Poempida Hidayatulloh memiliki pendapat berbeda. Ia menilai, upaya keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindak koruptor di negeri ini akan kandas. Pasalnya, RUU ini memberikan peluang bagi siapa pun yang terjerat masalah hukum, termasuk tindak pidana korupsi untuk dapat menghindar dari tuntutan hukum.

“Gerakan melawan lupa para aktivis anti-korupsi pun akan kemudian teralih dengan disahkan RUU ini menjadi UU,” ujarnya.

RUU Kesehatan Jiwa ini akan memberikan wewenang besar kepada dokter ahli jiwa, psikiater atau psikolog untuk menentukan seseorang itu apakah terganggu atau tidak kejiwaannya.

“Yang menjadi permasalahan adalah, kembali kepada integritas para ahli kejiwaan dan komunitas profesi yang mewadahi para ahli kejiwaan,” ungkapnya.

Jika kemudian mereka mudah dibeli opininya, tandas dia, maka siapa pun yang terjerat hukum dan mengalami sakit jiwa akan terbebas dari ancaman hukuman dan hanya diwajibkan menjalani terapi kejiwaan.

RUU ini sudah selesai melalui proses harmonisasi di Badan Legislasi (Baleg) yang kemudian akan dibahas lebih lanjut dengan pemerintah.

Nova Riyanti Yusuf, yang juga ketua Panitia Kerja RUU tersebut menjelaskan bahwa RUU Kesehatan Jiwa bertujuan untuk menjamin setiap orang dengan masalah kejiwaan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, serta perlindungan hukum dan sosial yang memadai.

Sumber: antara, gatra

Foto: surabayapagi.com

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  2. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  3. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  4. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  5. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  6. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  7. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  8. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  9. Jemaat GKI Yasmin tolak ibadah Natal di tempat lain
  10. PGI: Sebelum hadiri Natal di Papua, Jokowi harus tunjukkan sikap tegas atas tragedi Paniai
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  4. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  5. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  6. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  7. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  8. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  9. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  10. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online