UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Kesaksian seorang penderita penyakit langka dipeluk Paus Fransiskus

21/11/2013

Kesaksian seorang penderita penyakit langka dipeluk Paus Fransiskus thumbnail

 

Seorang pria yang menderita penyakit langka merasa bahagia dan dikasihi setelah dirangkul Paus Fransiskus.

“Paus tidak takut dengan saya, ia memeluk saya. Ia membelai saya, saya merasa sentuhan kasihnya,” kata Vinicio, 53.

Ini adalah kesaksian Vinicio, pria yang menerima berkat khusus dari Paus Fransiskus, dan foto-fotonya  telah beredar di seluruh dunia.

Dalam sebuah wawancara dengan koran Italia, Panorama, Vinicio berbicara dengan penuh emosional tentang rangkulan kasih Paus Fransiskus yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

“Saya pertama kali mencium tangannya, sedangkan ia membelai kepala dan menyentuh lukaku. Kemudian dia merangkul saya, saya mendekap dia erat-erat  dan ia mencium wajahku,” kisah pria itu.

Ia menambahkan, “Paus menarik kepalaku ke dadanya dan tangannya merangkul saya. Dia memelukku erat-erat, seolah tidak membiarkan saya pergi. Saya mencoba untuk berbicara, mengatakan sesuatu, tapi saya tidak bias berkat-kata: Saya sangat emosional. Itu berlangsung sekitar lebih dari satu menit, tapi rasanya seperti seabad.”

Berasal dari Isola, sebuah desa kecil di Provinsi Vicenza, Italia, Vinicio tinggal bersama adiknya dan bibi mereka, Caterina Morena,  yang mengasuh mereka. Seperti saudarinya yang menderita penyakit yang sama (dalam tipe yang lebih ringan), ia telah menderita  nuerofibromitosis tipe 1 sejak ia berusia 15 tahun.

Nuerofibromitosis adalah penyakit langka yang menyebabkan rasa sakit di seluruh tubuh. Saat ini, tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

“Tanda-tanda pertama dari penyakit itu muncul setelah saya berusia 15 tahun. Saya diberitahu bahwa saya akan mati dalam 30 tahun. Tapi, saya masih hidup hingga sekarang,” katanya.

“Tangan Paus begitu lembut. Lembut dan indah. Senyumnya ceria dan terbuka. Tapi, apa yang paling mengesankan saya adalah bahwa ia langsung mencium saya. Penyakitku tidak menular, tapi ia tidak tahu itu. Ia membelai wajahku, dan ketika dia melakukan, saya merasakan sentuhan kasihnya,” tambahnya.

Sumber: How it felt to be embraced by the pope

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Warga Filipina mengadakan tuguran untuk berdoa bagi Mary Jane
  2. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  3. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  4. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  5. Ratusan demonstran berbaris meminta pengesahan amademen konstitusi
  6. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  7. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  8. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  9. Petisi online, selamatkan korban human trafficking Mary Jane
  10. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  1. Terpidana mati Katolik sudah terima “ritus terakhir”
  2. Umat Katolik KAJ diajak mendoakan para terpidana mati
  3. Kasih wanita Katolik Tiongkok terhadap anak terlantar menginspirasi anaknya menjadi imam
  4. Jesuit bantu korban gempa di Nepal
  5. Warga Filipina mengadakan tuguran untuk berdoa bagi Mary Jane
  6. Wapres: Prostitusi “online” atau tidak, bawah umur atau atas umur, tetap dilarang
  7. Ratusan demonstran berbaris meminta pengesahan amademen konstitusi
  8. KWI: Hukum untuk melindungi kehidupan, bukan menghilangkan kehidupan
  9. Kisah tentang penderitaan keluarga Mary Jane di Filipina
  10. Petisi online, selamatkan korban human trafficking Mary Jane
  1. Selalu ada Kartini di setiap zaman......
    Said Viktor Sagala on 2015-04-28 14:58:00
  2. Ya pak Kalla, tolong Anda bantu Pak Jokowi yang masih muda dalam segala hal deng...
    Said on 2015-04-28 09:58:00
  3. Istilah "kedaulatan hukum" seperti arti Kudus saja.. bukan! Sekarang dengan kep...
    Said on 2015-04-28 09:52:00
  4. Benar, setiap detik adalah baik untuk pengampunan. Terima kasih untuk petisi An...
    Said on 2015-04-28 09:35:00
  5. Beberapa tahun lagi kita akan meninggalkan bumi termasuk Indonesia. Pada waktu ...
    Said on 2015-04-24 08:03:00
  6. Diharap Bapak Menteri menyertakan pemuka agama lain disamping pemuka agama Islam...
    Said on 2015-04-24 07:52:00
  7. Orang berniat kurang baik takut pada simbol Salib Kristen... entah takut kejatuh...
    Said on 2015-04-23 07:55:00
  8. Senyum manis Kartini Susi penuh kasih pada bundanya... Siapa duga pada suatu har...
    Said on 2015-04-23 07:45:00
  9. Saya rasa saat yang tepat memohon grasi untuk Mary Jane dan yang lain adalah wak...
    Said on 2015-04-21 08:23:00
  10. Inilah orang kudus dewasa ini,, mereka mengorbankan diri tanpa takut dan dengan ...
    Said Boni Farneubun on 2015-04-19 06:56:00
UCAN India Books Online