UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Paus Fransiskus menerima kunjungan Presiden Putin di Vatikan

27/11/2013

Paus Fransiskus menerima kunjungan Presiden Putin di Vatikan thumbnail

 

Presiden Rusia Vladimir Putin tidak bisa menyembunyikan imannya selama kunjungan pada Senin ke Vatikan, dengan hening sejenak dan mencium gambar Bunda Maria yang kemudian ia menghadiahkan kepada Paus Fransiskus.

Tapi,  hubungan di antara Moskow dan Vatikan belum berlanjut karena Putin tidak mengundang Paus Fransiskus untuk mengunjungi negaranya.

Vatikan mengatakan pada Senin bahwa hubungan ekumenis antara Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks tidak dibahas dalam pertemuan 35 menit di antara Putin dan Paus Fransiskus di perpustakaan pribadi Paus, meskipun Putin membawa salam dari pemimpin Ortodoks Rusia Patriarch Kirill.

Sebaliknya, diskusi di antara Putin dan Paus, kemudian Putin dan diplomat top Vatikan, fokus pada Suriah dan peran Kristen dalam masyarakat.

Putin berterima kasih kepada Paus Fransiskus khususnya terkait dengan suratnya pada September kepada pertemuan Kelompok G-20 di St. Petersburg, Rusia dimana Paus Fransiskus mendesak para pemimpin dunia untuk mencari solusi terkait konflik di Suriah.

Paus Fransiskus mengajak masyarakat seluruh dunia berpartisipasi dalam puasa dan doa untuk perdamaian di Suriah ketika Amerika Serikat berencana melakukan serangan militer menyusul serangan senjata kimia pada 21 Agustus di dekat Damaskus. Moskow juga menentang intervensi militer.

Paus Fransiskus memberikan hadiah kepada Putin sebuah mosaik keramik taman Vatikan, dan Putin memberikan hadiah kepada Paus Fransiskus sebuah gambar Bunda Maria.

Setelah mereka bertukar hadiah, Putin menanyakan Paus Fransiskus apakah ia menyukai ikon itu, dan Paus Fransiskus mengatakan ia suka. Putin kemudian membuat tanda salib dan mencium gambar itu, dan Paus Fransiskus mengikutinya.

Paus Fransiskus memiliki devosi khusus kepada Bunda Maria.

Di Rusia ketegangan yang berlangsung lama di antara umat Ortodoks dan umat Katolik, namun hubungan keduanya mulai cair pada masa Paus Benediktus XVI dan sebelumnya Paus Yohanes Paulus II.

Juru Bicara Vatikan Pastor Frederico Lombardi SJ mengatakan bahwa Putin tidak mengundang Paus Fransiskus, dan Presiden Rusia itu sebagai salah satu pemimpin dunia yang telah mengunjungi Paus itu.

Sumber: Pope Francis welcomes Russian leader Putin

 

  • http://katolik.co/listing/paus-fransiskus-menerima-kunjungan-presiden-putin-di-vatikan/ Paus Fransiskus menerima kunjungan Presiden Putin di Vatikan | Katolik.Co

    [...] Sumber  [...]

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  2. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  3. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  4. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  5. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  6. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  7. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  8. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  9. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  10. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  1. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  2. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  3. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  4. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  5. PM Malaysia ‘sangat prihatin’ dengan kuburan massal diduga imigran gelap
  6. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  7. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  8. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  9. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  10. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online