Keprihatinan muncul dengan kebangkitan fundamentalisme Buddha Asia

05/05/2014

Keprihatinan muncul dengan kebangkitan fundamentalisme Buddha Asia thumbnail

 

Bagi banyak orang Amerika, Buddhisme mengajarkan tingkat-tingkat menuju pencerahan, bahkan mungkin nirvana, melalui cara-cara damai seperti meditasi dan yoga.

Namun di beberapa bagian Asia, seorang Buddha muncul lebih ganas, keras dan militan. Di tiga negara dimana agama Buddha adalah mayoritas, bentuk nasionalisme agama telah mengakar:

Di Sri Lanka, dimana sekitar 70 persen populasi negara itu beragama Buddha Theravada, sekelompok biarawan Buddha membentuk Bodu Bala Sena (BBS) atau Pasukan Angkatan Buddha tahun 2012 untuk “melindungi” agama Buddha di negara itu. BBS telah melakukan minimal 241 serangan terhadap umat Muslim dan 61 serangan terhadap umat Kristen tahun 2013, demikian Kongres Muslim Sri Lanka.
Di Myanmar, sekitar 300 Muslim Rohingya, yang nenek moyangnya adalah pendatang dari Bangladesh, telah tewas dan 300.000 mengungsi, demikian Genocide Watch. Ashin Wirathu, seorang biarawan Buddha yang mengidentikkan dirinya sebagai “bin Laden” Burma mendorong kekerasan dengan melihat kehadiran Rohingya sebagai invasi Islam”.
Di Thailand, sekitar 5.000 orang telah tewas dalam kekerasan Muslim-Buddha di selatan negara itu. Yayasan Buddha negara itu bukan sebuah kelompok kekerasan, tetapi memberikan advokasi hukum penghujatan untuk menghukum siapa saja yang menghina agama Buddha. Kelompok ini ingin mendeklarasikan Thailand sebagai negara agama dan menjelaskan budaya populer sebagai ancaman bagi umat Buddha.

Meskipun fundamentalisme adalah istilah yang sejauh ini telah digunakan terutama dalam kaitannya dengan agama-agama seperti Kristen, Islam dan Hindu, namun sejumlah orang sudah mulai menggunakan kata itu untuk Buddha juga.

Maung Zarni, seorang Burma di pengasingan yang telah banyak menulis tentang kekerasan yang sedang berlangsung di Myanmar dan Sri Lanka, berpendapat bahwa tidak ada ruang untuk fundamentalisme dalam agama Buddha.

“Tidak ada negara Buddha,” kata Zarni, sesama tamu di London School of Economics. “Tidak ada negara Buddha. Maksudku, saya tidak setuju dengan komunitasku, negaraku,  rasku atau bahkan agamaku.”

Dia mengamati permintaan untuk undang-undang anti-penghujatan di Thailand juga memalukan agama Buddha, dan organisasi tidak diizinkan “mengatur kebijakan atau perilaku umat beriman atau pikiran batin.”

Tapi, Acharawadee Wongsakon, guru Buddhis yang mendirikan Yayasan Buddha, menegaskan agama Buddha membutuhkan perlindungan hukum dan masyarakat harus dilindungi.

Konflik Thailand antara gerilyawan Muslim dan Buddha setempat, yang menyulut kembali di sepanjang perbatasan Malaysia tahun 2004, merupakan bagian dari perseteruan lama yang mengadudomba biksu dan gerilyawan Muslim.

“Yang pasti, Thailand memiliki gaya sendiri terhadap non-Buddhis,” kata Zarni. “Tapi, saya tidak yakin masyarakat Thailand akan turun ke jalan seperti umat Buddha Theravada (Sri Lanka dan Myanmar).”

Biksu Buddha Phramaha Boonchuay Doojai, dosen senior di Sekolah Tinggi Buddha Chiang Mai, Thailand, mengatakan ada alasan mengapa Buddhis Theravada melihat Islam sebagai ancaman.

Di antaranya, ia mencontohkan kehancuran Universitas Nalanda di India oleh jenderal militer Turki Bakhtiyar Khilji pada awal abad ke-13 dan serangan terhadap patung-patung Buddha di Bamiyan, Afghanistan, sekitar abad ketujuh dan terkahir oleh Taliban tahun 2001.

“Ribuan biksu dibakar hidup-hidup dan ribuan dipenggal ketika Khilji mencoba untuk memberhangus agama Buddha,” katanya.

Zarni setuju ada link “antara apa yang saya sebut jaringan anti-Dharma Buddha” di Sri Lanka, Myanmar dan Thailand, yang merupakan “racun, kanker dan sangat berbahaya bagi semua manusia dimana saja.”

Wirathu baru-baru ini diberi label di sampul majalah Time sebagai  “The Face of Buddhist Terror.” Pemerintah Myanmar melarang edisi itu. Tapi, Wirathu seperti dikutip mengatakan kepada seorang reporter, “Saya bangga disebut Buddha radikal.”

Sumber: UCA News

 

One Comment on "Keprihatinan muncul dengan kebangkitan fundamentalisme Buddha Asia"

  1. njlajahweb on Mon, 10th Apr 2017 12:17 am 

    salam saja




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Misionaris lansia di India terancam dideportasi
  2. Uskup Korea bandingkan janji kampanye presiden dengan ajaran Gereja
  3. Pendeta asal Taiwan ditangkap karena nyanyikan lagu kebaktian
  4. Renungan Minggu Paskah III, 30 April 2017
  5. Cina melarang bayi Muslim menggunakan nama-nama berikut
  6. Pemimpin Muslim berusaha agar pejuang Abu Sayyaf menyerahkan diri
  7. Salib di Kerala dihancurkan pemerintah Komunis
  8. Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan
  9. Kelompok militan desak agar Asia Bibi segera digantung
  10. Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja
  1. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  2. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  3. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  4. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
  5. Artikel ini bisa membantu para mahasiswa/i yang sedang membuat tugas....
    Said Natalino de Araujo Salsinha on 2017-04-11 15:21:13
  6. Kami salut dengan prinsip gereja yang dipertahankan oleh para Uskup di Filipina,...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-04-10 16:48:31
  7. salam saja...
    Said njlajahweb on 2017-04-10 00:17:06
  8. Sangat membanggkan akhirnya ada pulah Perhatian Pemerintah yang sangat besar bag...
    Said Beby on 2017-04-08 20:13:11
  9. Luar biasa n profisiat Mgr. Agust Agus Pr. untuk keputusan ini. Terima kasih bua...
    Said Bius Galmin on 2017-04-07 19:22:15
  10. Puji dan sukur kepada Tuhan yang maha esa telah ada sekolah tinggi katolik nege...
    Said mbah kung on 2017-04-07 14:26:01
UCAN India Books Online