UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Brunei melarang perayaan Natal di tempat publik

Januari 9, 2015

Brunei melarang perayaan Natal di tempat publik

 

Brunei Darussalam telah melarang perayaan Natal secara publik karena pihaknya merasa khawatir umat Islam akan murtad, kata Departemen Agama pada Kamis, di negara yang tahun lalu secara kontroversial menerapkan syariat Islam.

Larangan itu dilakukan setelah Natal bulan lalu ketika anak-anak dan orang dewasa lokal terlihat mengenakan pakaian “Santa Claus”, yang menimbulkan kekhawatiran baru tentang pembatasan agama setelah pengumuman April lalu penerapan hukum pidana yang mencakup hukuman pemotongan anggota badan dan hukuman rajam.

Seorang juru bicara menolak memberikan komentar langsung tentang larangan tersebut, namun ia mengatakan sebuah pernyataan pada 27 Desember dimana kementerian itu mengatakan kegiatan menandai perayaan keagamaan di tempat umum atau perayaan non-Islam dilarang.

Pernyataan itu mengacu secara khusus pada “perayaan Natal dimana anak-anak, remaja dan orang dewasa beragama Islam terlihat mengenakan topi atau pakaian Santa Claus.”

“Umat beragama lain yang hidup di bawah kekuasaan negara Islam tersebut – menurut Islam – bisa menjalankan kegiatan keagamaan atau merayakan hari besar keagamaan mereka di antara komunitas mereka. Perayaan itu tidak ditampilkan secara terbuka kepada umat Muslim,” kata pernyataan itu.

“Umat Muslim harus berhati-hati untuk tidak mengikuti perayaan seperti ini dengan cara apapun. Perayaan itu tidak berhubungan dengan Islam … dan tanpa sadar bisa merusak iman umat Muslim.”

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa tempat-tempat bisnis yang ditampilkan secara umum dengan dekorasi Natal diminta untuk ditutup.

Langkah terbaru ini terjadi setelah Brunei di bawah pimpinan Sultan Hassanal Bolkiah mengumumkan pada April bahwa ia akan menerapkan hukum pidana baru, yang memicu kecaman di dalam negeri serta internasional.

Sumber: ucanews.com

 

 

 

One response to “Brunei melarang perayaan Natal di tempat publik”

  1. Anonymous says:

    Boleh saja melarang jika di tempat publik, tetapi jaminlah kalau perayaan diadakan dalam rumah ibadat, rumah pribadi, tidak diganggu.. (jangan cari cari).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Vietnam
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi