Forum dialog Jakarta-Papua demi selesaikan polemik Papua

01/07/2015

Forum dialog Jakarta-Papua demi selesaikan polemik Papua thumbnail

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) berdemonstrasi di depan istana presiden di Jakarta belum lama ini. (Foto: Ryan Dagur)

 

Komunitas relawan yang tergabung dalam Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) merekomendasikan kepada Pemerintah untuk membentuk dialog Jakarta-Papua dalam rangka menyelesaikan polemik di Tanah Papua.

Rekomendasi itu lahir dari forum Seminar Nasional “Pembebasan Tapol-Napol: Resolusi Masalah Papua”, bertempat di Gedung Juang ’45, Menteng, Jakarta, Selasa (30/6/2015) kemarin, seperti dilansir kompas.com.

Seminar ini dihadiri Staf Khusus Presiden RI Lenis Kogoya, Jurnalis Senior Kompas Rikard Bagun, dan Pengamat Politik Nico Harjanto. Terlihat pula hadir perwakilan dari Lembaga Masyarakat Adat Papua (LMA), Organisasi Mahasiswa, dan para relawan.

Ketua Umum ABJ Veldy Reynold mengatakan, dibanding harus mendiamkan masalah yang tak kunjung selesai, ABJ memilih berupaya mendorong terciptanya Forum Dialog Nasional Jakarta-Papua guna penyelesaian polemik Papua dengan cara damai.

“Resolusi penyelesaian masalah Papua harus bisa segera dirumuskan dengan cepat, tepat dan cermat. Maka dibutuhkan kerjasama semua stakeholder agar dialog yang intens dengan masyarakat Papua dapat tercipta,” kata Veldy.

Selain itu, menurut Veldy, para stakeholder harus membangun kesepahaman komprehensif atas kondisi Papua, sehingga tidak ada lagi kekerasan.

Sementara, Rikard Bagun dalam uraiannya menegaskan pentingnya melepaskan stigma rakyat Papua sebagai pemberontak. “Sudah saatnya segregasi semacam ini dihilangkan. Rakyat Papua dan kita semua sama cinta damai,” kata Rikard.

Rikard berharap, kebijakan Presiden terkait penyelesaian Papua harus dimulai dengan narasi yang baik dan diterima rakyat Papua. “Pengistilahan yang salah berpengaruh terhadap cara pandang penyelesaian,” kata dia.

Sejalan dengan itu, pengamat politik Nico Harjanto berpendapat bahwa memang pendekatan yang berbeda harus dilakukan oleh Presiden Joko Widodo ketika ingin membuat kebijakan untuk masyarakat Papua.

“Pendekatan dialog yang dilakukan oleh Presiden terhadap rakyat Papua ketika membebaskan lima tahanan politik asal papua memang sudah tepat. Karena memang seharusnya dalam sebuah Negara yang demokratis sudah tidak ada lagi tahanan politik,” ungkap Nico.

Pendekatan-pendekatan ini membawa harapan bagi rakyat. Pemerintah hendak mendengar dan masyarakat juga dapat bersuara. Oleh karena itu, Nico mendorong agar segera diselenggarakan Dialog Papua-Jakarta yang efektif dan punya tujuan yang konkret.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia (RI) yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat PapuaLenis Kagoyo menyatakan, saat ini dia sedang menyiapkan tahapan-tahapan penyelesaian berbagai masalah di Papua bersama Presiden.

Lenis menjamin komitmen Presiden sangat kuat untuk menciptakan Papua sebagai tanah damai. Menurut dia, ide apapun yang muncul dari masyarakat Indonesia dalam rangka membangun tanah Papua pasti akan ditanggapi dengan sigap oleh Presiden Jokowi termasuk ide terkait usulan membentuk Forum Dialog Jakarta-Papua.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pro dan kontra seputar rencana pembangunan patung Yesus di Papua
  2. Vatikan desak pemerintah global melibatkan masyarakat adat dalam pembangunan
  3. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  4. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  5. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  6. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  7. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  8. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  9. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  10. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  1. Kira kira Yesus akan bilang apa?...
    Said Jenny Marisa on 2017-04-28 20:01:14
  2. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  3. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  4. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  5. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  6. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  7. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  8. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  9. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  10. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
UCAN India Books Online