Institusi keagamaan didesak atasi kekerasan terhadap anak

23/07/2015

Institusi keagamaan didesak atasi kekerasan terhadap anak thumbnail

 

Gereja Katolik di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerukan kepada semua institusi keagamaan khususnya di wilayah tersebut dan juga di Indonesia pada umumnya agar menggunakan pengaruh mereka untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak.

Menjelang Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tahunnya pada 23 Juli, Gereja di NTT mengeluarkan sebuah “deklarasi berisi 10 poin” yang mendesak adanya aksi.

Poin pertama deklarasi itu mendesak “semua institusi keagamaan menyuarakan suara kenabiannya untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak.”

Anak-anak berumur di bawah 17 tahun di wilayah itu rawan terhadap kekerasan termasuk perdagangan manusia dan kekerasan seksual, kata Pastor Apolinarius Deddy Ladjar, ketua Komisi Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Kupang.

“NTT marak dengan trafficking. Banyak anak NTT yang dijual dan kemudian diperlakukan sebagai budak, serta yang lain jadi pekerja seks baik di dalam negeri maupun dikirim ke luar negeri. Isu human trafficking di NTT sementara gawat darurat. Situasi ini yang mau kita selamatkan,” katanya kepada ucanews.com.

Untuk memperingati HAN, Gereja Katolik bersama sejumlah NGO dan Gereja Protestan mengumpulkan 5.000 anak Katolik dan Protestan di Kupang, ibukota propinsi, pada 22 Juli. Mereka mendesak para penguasa untuk mengatasi masalah kekerasan terhadap anak.

Kelompok advokasi anak menyebutkan bahwa kekerasan terhadap anak marak terjadi di wilayah seperti NTT yang merupakan satu dari sejumlah wilayah miskin di Indonesia.

Menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, ada 21,6 juta kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi dalam kurun waktu antara 2010 dan 2014.

Dikatakan, jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di NTT merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.

“NTT berada di posisi kelima di Indonesia dari 34 propinsi untuk kekerasan seksual tersebut,” katanya kepada ucanews.com.

“Maka perlu komitmen orang dewasa, anak-anak dan Gereja untuk memerangi kekerasan itu.”

Ryan Dagur &  Katharina R Lestari, Jakarta

Sumber: ucanews.com

 

One Comment on "Institusi keagamaan didesak atasi kekerasan terhadap anak"

  1. Anonymous on Fri, 24th Jul 2015 8:16 am 

    Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kewalahan menjamin keamanan anak, institusi kecil yang mengurus kehidupan umat, tentu merasa terpanggil membantu. Anak belum boleh dipekerjakan, maka kalau terlihat keluarga masih prasejahtera, boleh dibawa ke perhatian pemerintah untuk bantuan sosialnya – misalnya suatu Tunjangan Anak Miskin. Atau.. harus membagi roti dan ikan…




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online