Sengketa tanah mewabah dalam keluarga Katolik

25/09/2015

Sengketa tanah mewabah dalam keluarga Katolik thumbnail

 

Seorang pria menusuk ibu dan saudarinya terkait sengketa properti keluarga. Anggota keluarga lain membunuh saudaranya dan kakak ipar dengan sekop. Sementara itu ada keluarga yang membunuh adiknya saat berdebat tentang tanah.

Dalam kasus lain bulan ini, pengumuman berita kematian meminta anggota keluarga yang terlibat pembunuhan, tidak menghadiri pemakaman almarhum.

Insiden seperti itu terjadi di bekas koloni Portugis, kini menjadi sebuah negara bagian India bagian barat. Kasus itu menimbulkan kesenjangan melebar di antara keluarga-keluarga Katolik karena ikatan sejarah dekat dengan penguasa kolonial yang memiliki banyak tanah warisan.

Goa, kubu Katolik dan negara bagian terkecil di India, dikenal dengan pantai pasir putih dan pohon palem yang menjadi daya tarik bagi wisatawan nasional dan internasional. Ketika orang-orang dari seluruh India bermigrasi ke Goa dalam dua dekade terakhir, harga tanah melonjak dan menjadi investasi yang menarik.

Masalah tanah telah mejadi penyebab yang mengganggu hubungan dalam keluarga. Saudara menuduh keberpihakan orangtua terkait sejumlah tanah dan berjuang agar lebih baik “berbagi hak warisan” tersebut.

Perpecahan ini terutama karena keluarga besar tradisional telah dibagi menjadi unit yang lebih kecil, kata Elvis Gomes, seorang aparat polisi yang juga sebelumnya kepala panchayat atau dewan desa.

Dia menyarankan bahwa Uskup Agung Goa harus mulai menggelar pengadilan khusus untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan semangat Katolik.

“Di masa lalu, tanah  menghidupi masyarakat dan kekayaan seseorang dipandang kalau memiliki tanah. Saat ini tanah tidak lagi berlaku dalam masyarakat,” kata Gomes.

Pembagian yang sama’

Perempuan juga telah memberikan kontribusi untuk masalah ini, menurut Antonio Fernandes, seorang sosiolog.

Selama bertahun-tahun, wanita yang menikah dengan mas kawin menandatangani dokumen untuk tidak memiliki hak atas tanah keluarga. Tapi, wanita sekarang menantang dokumen seperti itu menyusul undang-undang bahwa mereka berhak untuk mendapatkan bagian sama dari properti warisan, kata Fernandes.

Jika saudara kandung telah mengubah tanah warisan untuk kompleks komersial atau apartemen, “maka anak perempuan juga harus diberikan hak dari keuntungan komersial tersebut,” katanya.

Selain itu, “anak-anak perempuan mencari pembagian yang sama karena diperintahkan suami mereka,” kata Fernandes.

Pastor Valente Azavedo, seorang konselor menyatakan kecemburuan yang menimbulkan perselisihan keluarga inti yang menginginkan lebih dari apa yang mereka miliki atau diterima.

“Ada kasus di mana orangtua lebih pilih kasih dengan saudara tertentu dan diberikan harta yang lebih banyak,” katanya.

Pastor Simon Diniz, seorang psikolog klinis dan kepala Kolese Rosario di Distrik Goa mengatakan orang telah melupakan tujuan hidup.

“Orang-orang telah menjadi budak uang … Mereka tidak peduli tentang surga atau neraka, dan siap  melakukan penyulapan, pemalsuan, pembangunan untuk mencapai kekayaan,” katanya.

“Orangtua dan anak-anak tidak menghormati satu sama lain. Seolah-olah mereka telah datang ke sini untuk hidup selamanya.”

“Kebencian telah bertumbuh  karena kita tidak memiliki Tuhan dalam kehidupan saat ini. Semua orang berkualitas, tapi tidak berpendidikan,” kata imam itu.

Sekitar seperempat dari 1,8 juta di negara bagian itu adalah Kristen, hampir semua dari mereka beragama Katolik.

Sumber: ucanews.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  2. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  3. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  4. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  5. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  6. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  7. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  8. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  9. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  10. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online