UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Partai etnis Kristen Myanmar berharap bisa meraih banyak suara pada pemilu mendatang

Nopember 3, 2015

Partai etnis Kristen Myanmar berharap bisa meraih banyak suara pada pemilu mendatang

 

Partai-partai etnis di empat wilayah yang didominasi Kristen di Myanmar khawatir bahwa kurangnya sumber daya untuk bersaing dengan partai besar dan resiko kehilangan suara dapat mempengaruhi peluang mereka memenangkan kursi pada pemilu 8 November.

Bagi kaum minoritas di sebuah negara dengan 135 kelompok etnis yang diakui, pemilu merupakan peluang besar. Dua pertiga dari 93 partai politik yang terdaftar mewakili kelompok minoritas. Myanmar memiliki tujuh partai berbasis etnis, empat di antaranya memiliki populasi Kristen yang cukup besar.

Kuh Eugene, caleg untuk negara bagian Kayah, Myanmar bagian timur mengatakan Partai Nasional Kayan yang relatif kecil tidak dapat bersaing secara finansial dengan Partai Uni Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang berkuasa atau partai oposisi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

“Kami tidak bisa mengadakan kampanye besar-besaran seperti USDP dan NLD, sebaliknya kami fokus dengan menjangkau desa-desa di mana kami memperoleh dukungan besar dari orang-orang etnis kami,” kata Kuh Eugene kepada ucanews.com.

Dia mengatakan dia khawatir bahwa kesulitan transportasi ke dan dari desa-desa terpencil, partainya akan mengalami kehilangan suara.

“Ada banyak desa di mana orang harus berjalan jauh menuju TPS,” katanya. “Jika orang tidak pergi dan memilih, itu bisa menjadi pukulan besar bagi partai etnis.”

Kelompok-kelompok minoritas etnis merasa kecewa setelah pihak berwenang membatalkan pemungutan suara di 400 desa di Kachin dan Karen karena alasan keamanan.

Khet Htein Nan, seorang anggota parlemen dari Partai Persatuan dan Demokrasi di negara bagian Kachin, yang mayoritas Kristen mengatakan pemilu saat ini adalah sebuah “pertempuran menarik.” Namun, dia menambahkan bahwa warga terbelah di kalangan partai etnis di negara itu.

“Kami kehilangan suara kami dari desa-desa di mana mereka tidak bisa memilih,” kata Khet Htein Nan. “Ini adalah sebuah kerugian bagi partai-partai etnis dan kerugian bagi negara bagian Kachin.”

1103cSebuah kendaraan dihiasi dengan warna-warna saat kampanye di Mandalay, kota kedua terbesar di Myanmar, pada 2 November.

 

Namun, pemilu ini merupakan persaingan di antara USDP yang didukung militer dan NLD dari Aung San Suu Kyi.

“Kekuatan rakyat adalah kekuatan NLD. Dukungan daerah Yangon mencerminkan dukungan nasional untuk NLD,” kata Suu Kyi dalam pidatonya selama kampanye.

Komisi Pemilihan Umum mengumumkan pada 1 November bahwa partai politik harus mengakhiri kampanye mereka pada 6 November, sebelum hari pemungutan suara pada 8 November.

Pengamat melihat pemilu 2015 sebagai ujian penting dari transisi menuju demokrasi masih sangat rapuh di negara itu.

Apapun yang terjadi, Yan Myo Thein, seorang analis politik berbasis di Yangon, mengatakan hasil yang paling penting adalah setiap pemerintahan baru mengadakan rekonsiliasi nasional di negara yang terpecah akibat agama dan etnis.

Sumber: ucanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi