Tiongkok larang pakaian dan simbol terkait ekstremisme agama

03/11/2015

Tiongkok larang pakaian dan simbol terkait  ekstremisme agama thumbnail

 

Tiongkok telah melarang pakaian terkait dengan “ekstremisme agama” dalam amandemen baru yang lebih mempersempit aksi terorisme dalam upaya mengatasi kekerasan separatis Muslim di Xinjiang.

Amandemen KUHP diumumkan oleh pengadilan tertinggi Tiongkok pada 1 November, termasuk mempersiapkan serangan, menghasut terorisme, menggunakan ekstremisme melanggar hukum, membawa barang untuk tujuan terorisme dan mengenakan pakaian atau simbol terkait dengan ekstremisme agama.

“Siapapun yang memaksa orang lain memakai pakaian akan dilakukan pengawasan, ditahan atau dipenjara maksimal tiga tahun,” lapor Global Times, sebuah tabloid yang dikelola negara itu yang dicetak dalam bahasa Cina dan bahasa Inggris.

Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung tidak mendefinisikan apa yang merupakan pakaian atau simbol ekstremis dalam pernyataan bersama. Media pemerintah mengatakan amandemen itu bertujuan untuk menargetkan ekstremisme di Xinjiang, rumah bagi lebih dari 12 juta Muslim Uighur.

Di bawah Presiden Xi Jinping, Tiongkok telah memperketat pembatasan terhadap kelompok-kelompok agama yang dianggap ancaman bagi kedaulatan Tiongkok, keamanan nasional atau Partai Komunis yang berkuasa.

Pihak berwenang di Provinsi Zhejiang telah membongkar 1.200 salib di gereja pada akhir 2013.

Xinjiang mengeluarkan larangan memakai burka pada Januari dan mendesak warga menginformasikan bila ada wanita mengenakan burka dan pria  “berjenggot tebal.” T-shirt dan bendera menampilkan bulan sabit, dan  juga bendera simbol pro-kemerdekaan Turkestan Timur, juga dilarang.

Media pemerintah Tiongkok  memuji amandemen baru sebagai sarana mengatasi kekerasan separatis yang kabarnya telah menewaskan sekitar 500 orang di Tiongkok tahun lalu.

“Kunci untuk melawan serangan teroris adalah membasmi ekstremis, jadi saya senang KUHP direvisi, yang juga memberikan kita dengan dasar hukum untuk melawan ekstremisme dan saya percaya itu akan lebih efektif,” kata Ma Pinyan, seorang peneliti di  Akademi Ilmu Sosial Xinjiang, seperti dikutip oleh kantor berita negara itu, Xinhua.

Para pejabat juga telah menyatakan bahwa burka tidak pernah secara tradisional dipakai di Xinjiang.

Sumber: ucanews.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online