UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kelompok HAM internasional menyerukan pembebasan pengacara Kristen di Vietnam

Januari 11, 2016

Kelompok HAM internasional menyerukan pembebasan pengacara Kristen di Vietnam

 

Kelompok-kelompok HAM dan pro-demokrasi internasional telah menyerukan otoritas Vietnam untuk membebaskan seorang pengacara Kristen dan rekannya sebagai tekanan terhadap pemerintahan Komunis sebelum kongres nasional.

Nguyen Van Dai, seorang pengacara Kristen yang berbasis di Hanoi, ditangkap di luar rumahnya pada 16 Desember ketika ia berusaha bergabung dengan pertemuan para diplomat Uni Eropa, yang telah menyelesaikan dialog hak asasi manusia (HAM) tahunan dengan pemerintah Vietnam.

Rekan Dai, Le Thu Ha, ditangkap di kantornya di ibukota negara itu pada hari yang sama.

Keduanya dituduh melakukan propaganda terhadap negara, yang dapat dipenjara tiga hingga 20 tahun.

“Kami menyerukan kepada pemerintah Vietnam untuk menghormati kewajiban internasional dan dalam negeri serta membebaskan Mr Nguyen dan Ms Le segera tanpa syarat,” kata pernyataan yang ditandatangani pada 6 Januari oleh 26 kelompok HAM yang berbasis di Indonesia, Thailand, Vietnam, Amerika Serikat dan Eropa.

“Mr Nguyen adalah seorang kampanye damai terkenal untuk demokrasi multipartai dan perlindungan hak asasi manusia di Vietnam. Dia telah mengabdikan hidupnya memberikan bantuan hukum kepada orang-orang yang paling rentan dan terpinggirkan dalam masyarakat,” kata pernyataan itu.

Pernyataan itu mengatakan bahwa Dai telah menderita penganiayaan berulang untuk karyanya, termasuk hukuman penjara empat tahun disusul empat tahun tahanan rumah yang diberlakukan tahun 2007. Dia masih belum pulih dari cedera akibat diserang oleh penyerang bertopeng pada 6 Desember.

Para aktivis percaya serangan dan penangkapan berikutnya dipicu oleh karyanya mengajar para siswa tentang dasar-dasar masyarakat yang bebas dan supremasi hukum.

Dai mengatakan pada November bahwa ia mendapat penderitaan dan penganiayaan untuk mengajarkan nilai-nilai HAM dan demokrasi bagi masyarakat, khususnya kaum muda, sehingga mereka dapat mengubah masyarakat.

Ia juga menawarkan mereka pengalamannya sendiri yang praktis dalam berdebat nilai-nilai demokrasi dengan polisi dan pihak berwenang.

Dalam pernyataan mereka, para kelompok aktivis menyerukan masyarakat internasional “bertindak dan memberikan tekanan pada pemerintah Vietnam mengenai kasus ini, yang memiliki efek parah pada kebebasan berekspresi di Vietnam.”

Seorang pengamat demokrasi di Kota Ho Chi Minh mengatakan penangkapan dua aktivis HAM yang terjadi sebulan sebelum kongres Partai Komunis yang dijadwalkan pada 20-28 Januari di Hanoi adalah langkah-langkah keamanan pemerintah membungkam para aktivis HAM.

Wakil Menteri Informasi dan Komunikasi Truong Minh Tuan memerintahkan para aparat keamanan mencari orang-orang yang menyebarkan informasi buruk tentang para pejabat partai dan pemerintah di Internet.

Sumber: ucanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi