Kaum minoritas Sri Lanka ingin konstitusi inklusif

03/02/2016

Kaum minoritas Sri Lanka ingin konstitusi inklusif thumbnail

Para pemimpin lintas agama berkumpul dalam sebuah acara kerukunan antaragama di Kolombo tahun 2015.

 

Minoritas agama dan etnis di Sri Lanka menghendaki Presiden Maithripala Sirisena melindungi hak-hak dan identitas budaya mereka dalam konstitusi baru yang diusulkan.

“Kami (warga Tamil) mengalami kebebasan, tapi perlu lebih banyak ruang untuk mengklaim identitas kami sebagai warga Sri Lanka,” kata Pastor A.J. Yavis, mantan direktur Caritas Jaffna kepada ucanews.com.

Satu tahun setelah berkuasa dengan platform reformis, pada 9 Januari Sirisena mengusulkan konstitusi baru sebagai cara melindungi dan mengintegrasikan minoritas agama dan etnis dengan menjamin hak-hak dan kebebasan fundamental mereka setelah perang saudara yang panjang.

Sejak tahun 1983, pemerintah Sri Lanka telah terlibat dalam perang brutal terhadap Macan Tamil, sebuah kelompok pemberontak yang berjuang menjadi negara Tamil terpisah di Utara dan Timur negara itu hingga dikalahkan secara militer oleh pasukan pemerintah pada Mei 2009.

Macan Tamil mengaku beberapa dekade diskriminasi sistematis di bawah pemerintah berturut-turut dipimpin oleh mayoritas etnis Sinhala.

“Jika konstitusi baru terlihat sama dan tak adil, upaya penyusunan itu akan sia-sia,” kata Pastor Yavis.

Sri Lanka adalah negara multietnis dan multiagama. Buddha adalah agama mayoritas negara itu.

Hampir 70 persen populasi Sri Lanka beragama Buddha, disusul Muslim, Hindu dan Katolik.  Terkait etnis, sekitar 75 persen adalah etnis Sinhala dan sekitar 5 persen etnis Tamil.

“Konstitusi baru harus membahas kebutuhan semua masyarakat terlepas dari agama atau etnis karena semua  mereka adalah warga satu bangsa yang berdaulat,” kata Badiwewa Diya Sena Thero, kepala biara di kuil Kandakkuliya.

Konstitusi itu tidak boleh diproduksi oleh satu kelompok orang,  tetapi termasuk stakeholder yang mewakili korban konflik agama dan etnis dari semua bagian pulau ini, kata biksu Buddha itu.

“Katolik menjadi minoritas di Sri Lanka bersama-sama untuk pertama kalinya menyuarakan kebutuhan semua minoritas. Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengatasi kebutuhan minoritas,” kata Thilina Alhakoon, ketua asosiasi Jathika Kithunu Pawra, kepada ucanews.com.

Asosiasi ini merupakan kolaborasi dari sekitar 20 gerakan Katolik, termasuk Gerakan Karyawan Muda Katolik, Gerakan Buruh Katolik, dan Gerakan Guru Katolik.

Pemerintah sudah mulai mendengar masyarakat terkait konstitusi yang diusulkan.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online