Para pemimpin Kristen di India menolak tawaran kelompok Hindu

16/02/2016

Para pemimpin Kristen di India menolak tawaran kelompok Hindu thumbnail

 

Para pemimpin Kristen di India telah menolak proposal dari kelompok nasionalis Hindu untuk membentuk sebuah forum terpisah bagi orang-orang Kristen.

Lebih dari 200 pemimpin Kristen dari berbagai denominasi bertemu di New Delhi pada 13 Februari untuk membahas usulan tersebut dengan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), yang mengatakan pada Desember bahwa pihaknya ingin sebuah organisasi Kristen yang terpisah dalam strukturnya.

“Kami tidak ingin terlibat dengan aktor-aktor non-negara. Pokoknya kami telah diarahkan sesuai konstitusi dan empat nilai dasar demokrasi, keadilan, persaudaraan dan kesetaraan,” kata jubir Keuskupan Agung Delhi Pastor Savari Muthu yang menghadiri diskusi, kepada ucanews. com.

Dia mengatakan RSS (Korps Relawan Nasional) “tidak mengikuti empat nilai ini dan anti-konstitusional serta anti-minoritas. Jadi tidak ada gunanya berbicara dengan mereka.”

Pengamat melihat proposal RSS sebagai upaya untuk menjangkau komunitas Kristen di tengah tuduhan bahwa RSS, bersama dengan sayap politiknya, yang berkuasa Partai Bharatiya Janata (BJP) memicu intoleransi terhadap agama-agama minoritas di India.

RSS dituduh oleh kaum minoritas agama berupaya mengubah India menjadi negara Hindu.

Para peserta pertemuan mencatat apa yang mereka katakan adalah kebencian RSS terhadap Kristen dan Muslim, yang diekspresikan melalui kekerasan dan intimidasi serta berbagai kerusuhan komunal terhadap kelompok-kelompok agama minoritas seperti kekerasan sektarian di Odisha dalam beberapa tahun terakhir.

Peserta seminar menilai bahwa proposal RSS adalah bagian dari agenda tersembunyi yang bertujuan menumbangkan agama Kristen di India.

John Dayal, juru bicara Forum Kristen Bersatu, yang menyelenggarakan seminar itu, mengatakan kepada ucanews.com bahwa ada konsensus keseluruhan tidak terlibat dalam dialog dengan entitas yang telah membuat berdiri yang jelas terhadap minoritas.

“Tidak hanya insiden penganiayaan Kristen, tetapi reaksi keseluruhan dari kelompok Hindutva (Hindu) terhadap masyarakat sipil menghadapkan pemikiran dan ideologi mereka,” kata Dayal, yang merupakan kontributor opini untuk ucanews.com.

“Kami akan menuntut wacana yang lebih besar tentang penguatan sekuler, demokrasi, konstitusional di India,” katanya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online