UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Setiap hari, 21 perempuan Indonesia meninggal

Pebruari 25, 2016

Setiap hari, 21 perempuan Indonesia meninggal

Dokter Francisca Melianie (kiri).

 

Klinik Bunda Theresa Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang bekerjasama dengan Laboratorium Paramita dan PT MSD menyelenggarakan seminar kesehatan di ruang rapat lantai 4 Gedung Mikael dengan tema “Kanker Servik dan Pencegahannya”.

Seminar menampilkan pembicara dokter Francisca Melianie dan dimoderatori dr ST Catur Pambudi.

Dokter Melianie menjelaskan tentang beban apa saja yang dirasakan dan ditimbulkan akibat kanker servik yang sering dikenal sebagai The Silent Killer. Nama tersebut tercetus karena pola gejala yang dimunculkan pada penderita tidak tampak pada stadium awal dan biasanya dalam tempo yang cukup lama atau bertahun-tahun baru penderita merasakan tanda-tanda akan adanya kanker ini.

“Tanda-tanda tersebut bisa diamati dengan gejala-gejala seperti pendarahan sesudah senggama, siklus menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya, nyeri panggul, serta nyeri ketika berhubungan seksual,” tutur dokter Melianie, seperti dilansir KRjogja.com.

Lebih lanjut menurut pembicara, kebanyakan perempuan jika tidak merasakan tanda-tanda gejala kanker servik ini memang jarang untuk ada inisiatif sendiri memeriksakan diri sejak dini. Akibat dari kurang inisiatif inilah yang membuat hampir 21 perempuan setiap harinya meninggal karena kanker servik di Indonesia.

“Kanker servik disebabkan Human Papiloma Virus (HPV) yang bersifat onkogenik atau penyebab kanker. HPV terdapat 100 macam dan biasanya menyerang kaki, tangan dan organ genital. Namun untuk virus HPV yang berbahaya bagi wanita adalah HPV tipe 16 dan 18. Cara mengantisipasi atau mencegahnya bisa dilakukan dengan pemeriksaan dini melalui pemeriksaan pap smear atau test IVA. Dan saat ini sudah ditemukan vaksin untuk mengatasi kanker servik yang dapat diberikan sejak usia 9 hingga 45 tahun, sehingga bisa menjadi tindakan preventif untuk mengurangi resiko,” jelas dokter Melianie.

Di akhir seminar dokter Melianie mengutarakan harapan dan pesannya agar masyarakat lebih peduli akan kesehatannya, khususnya dalam upaya pencegahan kanker servik. Jangan menunggu ada tanda-tanda baru memeriksakan diri ke dokter. Lebih baik sejak dini mencegah daripada mengobati.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi