UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Propinsi Pakistan terapkan UU untuk melindungi perempuan

Pebruari 26, 2016

Propinsi Pakistan terapkan UU untuk melindungi perempuan

 

Kaum perempuan di Propinsi Punjab, Pakistan merasa lega setelah anggota parlemen mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) tentang kekerasan terhadap perempuan, sebuah langkah yang dinilai sejumlah ulama Muslim bertentangan dengan syariat Islam.

Dewan legislatif di Punjab, provinsi paling padat penduduknya di Pakistan, pada 24 Februari mengesahkan “RUU Perlindungan Perempuan dari Kekerasan 2015.” Sekarang, wanita dapat dilindungi dari pelecehan verbal, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan emosional dan ekonomi.

“Kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah yang dihadapi banyak perempuan dari semua agama di negara kami. Kami menyambut UU baru itu,” kata Alice R. Garrick, direktur Desk Perempuan Keuskupan Raiwind.

Garrick juga mendesak para ulama Islam untuk berpikir yang lebih bijaksana guna melindungi hak-hak perempuan.

Seorang anggota Dewan Ideologi Islam yang menyarankan pemerintah mengenai kepatuhan pada hukum negara terhadap Syariah telah meminta review terhadap UU itu.

Mufti Muhammad Naeem, seorang sarjana agama, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa UU itu bertentangan dengan ajaran Quran dan menuduh anggota parlemen mendorong negara Islam menjadi sekularisme.

Namun, Sumera Saleem dari Yayasan Aurat (wanita) mengatakan UU itu menyempurnakan hukum Islam, yang menjamin hak-hak perempuan.

“Para ulama harus membaca lebih banyak Quran untuk memahami dengan lebih baik,” katanya kepada ucanews.com.

“Kami gembira … untuk pertama kalinya menyediakan mekanisme untuk mendaftarkan keluhan dan mencegah kekerasan dalam rumah tangga. Setelah bertahun-tahun perjuangan, kita akhirnya memiliki sebuah UU yang benar-benar melindungi keluarga,” katanya.

Yayasan Aurat melaporkan 7.010 kasus kekerasan terhadap perempuan di Provinsi Punjab tahun 2014 dan ada 2.926 kasus yang dilaporkan pada semester pertama tahun 2015.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi