Kelompok lintas agama minta Gereja-gereja lindungi hak-hak perempuan

03/03/2016

Kelompok lintas agama minta Gereja-gereja lindungi hak-hak perempuan thumbnail

Para teolog feminis menyerukan perlindungan bagi hak-hak perempuan.

 

Sekelompok perempuan di Filipina dari berbagai agama telah meminta Gereja-gereja “melindungi hak-hak perempuan” pada pertemuan mereka selama dua hari menandai Bulan Perempuan.

“Gereja dan agama apapun harus melindungi hak-hak perempuan, termasuk mereka yang tidak memiliki agama,” kata Suster Nenita Tapia MM.

Dia berbicara dalam pertemuan para teolog feminis dari Katolik, Protestan dan Islam, bertujuan “merayakan persatuan melampaui perbedaan agama.”

“Sudah saatnya semua perempuan di Filipina bersatu dan mengabaikan perbedaan agama mereka,” kata Macrina Morados, dekan Institut Kajian Islam di Universitas Filipina.

Dia mengatakan kaum perempuan harus “melawan ketidaksetaraan gender yang melampaui iman mereka dan merangkul perempuan lain untuk bersatu.”

Sejumlah wanita Katolik mengatakan sudah saatnya bagi kaum perempuan “memaksakan tuntutan mereka kepada pemerintah.”

Luz Francess Chua, direktur eksekutif kelompok Kesehatan Reproduksi Katolik mengatakan salah satu tuntutan mereka adalah pelayanan kesehatan reproduksi untuk semua.

“Karena kami adalah perempuan, kami tahu apa yang terbaik pada kami dan kami tidak akan diam hingga kami visi kami tercapai untuk sebuah dunia yang lebih baik bagi semua orang,” tambahnya.

Kelompok perempuan itu telah memprotes keputusan pemerintah memotong anggaran untuk pelaksanaan UU Kesehatan Reproduksi kontroversial yang seharusnya memberikan pelayanan kesehatan reproduksi dasar untuk perempuan miskin.

Pendeta Erahvilla Maga-Cabillas dari Gereja Independen Filipina mengatakan pertemuan ini “bertujuan mendorong pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan menjadi lebih ramah dengan perempuan.”

“Pemerintah harus mengeluarkan undang-undang yang akan memberikan lebih banyak kesempatan dan akses ke sumber daya perempuan,” kata Cabillas.

Data dari Komnas Perempuan Filipina menunjukkan bahwa tahun 2013 Filipina berada di peringkat kelima dari 136 negara terkait kesenjangan gender, lapor Global Gender Gap dari Forum Ekonomi Dunia.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online