Pakistan setuju menambah jumlah kursi bagi minoritas agama di parlemen

03/03/2016

Pakistan setuju menambah jumlah kursi bagi minoritas agama di parlemen thumbnail

 

Sebuah badan parlemen Pakistan telah menyetujui amandemen konstitusi untuk menambah jumlah kursi bagi minoritas-minoritas agama di negara itu.

Langkah tersebut muncul sehari sebelum ulang tahun kelima pembunuhan mantan Menteri Urusan Minoritas Shahbaz Bhatti pada 2 Maret 2011, yang disambut gembira oleh para pemimpin minoritas, yang menyebutnya sebagai langkah positif.

Komite Tetap Majelis Nasional Hukum dan Keadilan membuat keputusan pada 1 Maret untuk mendukung langkah tersebut dimasukan dalam RUU amandemen konstitusi yang diajukan tahun 2014 oleh Asiya Nasir, seorang anggota parlemen Kristen.

“Panitia mencapai konsensus untuk menambah lima kursi di majelis nasional, masing-masing dua di Punjab, kemudian di Sindh, Khyber Pakhtunkhwa, dan Baluchistan,” kata pernyataan resmi.

Jumlah kursi bagi minoritas di majelis nasional akan naik menjadi 15 kursi. Minoritas saat ini disediakan 10 kursi di DPR pusat.

Tahir Naveed Chaudhry, ketua Aliansi Minoritas Pakistan, menyambut baik keputusan komite itu untuk menerima “permintaan kaum minoritas.”

Dia mengatakan mantan ketua aliansi dan mantan Menteri Shahbaz Bhatti, seorang Katolik, telah mengajukan mosi beberapa tahun lalu, tapi permintaan itu ditangguhkan.

Dia membenarkan bahwa jumlah kursi ditambah karena kini telah ada lebih banyak kursi di parlemen dari sebelumnya.

“Sebelumnya, ada 10 kursi untuk minoritas di DPR pusat dari 210 kursi. Kini dewan itu memiliki 342 kursi,” katanya.

Ramesh Kumar Vankwani, ketua Dewan Hindu Pakistan dengan hati-hati menanggapi keputusan tersebut.

“Kami telah menuntut penambahan kursi bagi kaum minoritas serta pemilihan (anggota parlemen minoritas) secara langsung melalui pemilihan rahasia,” katanya.

“Kaum minoritas telah kehilangan hak konstitusional mereka untuk memilih wakil-wakil mereka sendiri,” katanya.

Partai politik Islam saat ini memilih anggota parlemen minoritas melalui sistem perwakilan proporsional.

Mahkamah Agung Pakistan tahun lalu memutuskan bahwa metode ini tidak sesuai dengan salah satu prinsip demokrasi dan minoritas harus diizinkan untuk memilih wakil-wakil mereka sendiri.

Mahkamah Agung telah meminta parlemen untuk membahas sistem pemilihan minoritas.

“Sangat disayangkan bahwa putusan Mahkamah Agung belum dilaksanakan,” kata Kumar.

Sumber: ucanews.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pro dan kontra seputar rencana pembangunan patung Yesus di Papua
  2. Vatikan desak pemerintah global melibatkan masyarakat adat dalam pembangunan
  3. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  4. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  5. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  6. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  7. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  8. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  9. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  10. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  1. Kira kira Yesus akan bilang apa?...
    Said Jenny Marisa on 2017-04-28 20:01:14
  2. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  3. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  4. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  5. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  6. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  7. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  8. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  9. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  10. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
UCAN India Books Online