Gereja Katolik dorong pemilu bersih dan adil

05/04/2016

Gereja Katolik dorong pemilu bersih dan adil thumbnail

 

Dengan sekitar lima minggu lagi sebelum warga Filipina pergi ke tempat-tempat ¬†pemungutan suara untuk memilih pemimpin nasional mereka, para uskup telah mengintensifkan kampanye untuk mengingatkan para pemilih untuk memastikan “pemilu bebas dan adil.”

“Mari kita terus berjuang membebaskan diri dari apa pun yang memperbudak kita,” kata Uskup Dipolog Mgr Severo Caermare kepada umat Katolik dalam Surat Gembala yang dirilis pada 3 April.

Prelatus itu merilis surat itu setelah beberapa kandidat lokal di kota Dipolog, Filipina selatan keluar dari penandatanganan perjanjian untuk pemilu damai pada 1 April.

Francis Olvis, calon walikota, yang menolak untuk menandatangani perjanjian damai, mengatakan bahwa polisi dan militer gagal menjamin pemilu yang damai sebelumnya.

Laporan tentang penyuapan terhadap para calon pemilih, mengintimidasi atau bahkan membunuh untuk memenangkan pemilu adalah biasa di Filipina.

Selama tahun pemilu 2013, setidaknya tujuh orang dilaporkan tewas pada hari pemungutan suara, sementara sedikitnya 60 orang tewas dalam kampanye hingga pemilu.

Uskup Caermare mengatakan orang harus “tidak menggunakan apa yang terjadi di masa lalu sebagai ukuran apa yang bisa terjadi dalam pemilu mendatang.”

Dalam Surat Gembalanya, Uskup Agung Lingayen-Dagupan Mgr Socrates Villegas, mendesak para pemilih “berhati-hatilah dengan para pendusta.”

“Berbohong adalah setan dengan banyak wajah. Jadilah bijaksana. Berhati-hati. Jangan memilih pembohong,” kata Uskup Agung Villegas, ketua presidium Konferensi Waligereja Filipina.

Prelatus itu meminta umat Katolik tidak memilih kandidat yang memiliki sejarah melanggar sumpah.

Uskup Agung Villegas juga meminta para pemilih untuk tidak memilih atheis atau orang yang mencela Tuhan.

“Seorang Katolik tidak boleh mendukung calon yang berjanji menghapus agama dari kehidupan publik,” kata uskup agung itu.

Pada 9 Mei, Filipina akan mengadakan pemilu untuk eksekutif dan legislatif untuk semua tingkat pemerintahan.

Sumber: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online