Sri Lanka berkomitmen bantu pekerja migran berpartisipasi dalam pemilu

18/04/2016

Sri Lanka berkomitmen bantu pekerja migran berpartisipasi dalam pemilu thumbnail

 

Keputusan Sri Lanka untuk membuat mekanisme sehingga warganya yang bekerja di luar negeri dapat berpartisipasi dalam pemilu di negara itu telah disambut oleh Karitas, lembaga bantuan dan pembangunan Gereja Katolik.

Pekan lalu parlemen negara itu membentuk sebuah komite untuk merumuskan cara guna melibatkan 1,7 juta pekerja migran negara itu dalam pemilu.

Memilih adalah salah satu dari hak-hak dasar warga dalam konteks hari ini,” kata Harshani Sanjeewani, petugas lapangan Karitas Kurunegala untuk keluarga migran.

“Dengan memastikan hak suara bagi para migran, kita menunjukkan rasa terima kasih kepada mereka dan menunjukkan kepada mereka memiliki martabat,” kata Sanjeewani.

“Pemerintah seharusnya tidak melupakan kontribusi yang dibuat oleh para migran terhadap perekonomian. Tenaga kerja dan kesulitan mereka untuk pemeliharaan negara,” katanya.

Mayoritas buruh migran perempuan negara itu bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan pengasuh di Timur Tengah. Banyak dari mereka diperlakukan kasar. Tahun 2013, 298 pekerja migran meninggal di luar negeri dan ada 1.741 pengaduan terkait pelecehan fisik dan seksual.

Sanjeewa Munasingha, koordinator nasional dari organisasi hak-hak pekerja migran Ethera Api (Melayani Luar Negeri), mengatakan pengumuman pemerintah telah lama dinantikan.

“Ini telah lama dinantikan demi hak setiap warga negara migran,” kata Sanjeewa, yang organisasinya memiliki cabang di negara-negara Teluk di mana warga Sri Lanka bekerja.

Banyak dari mereka belum melihat negara mereka selama bertahun-tahun, tapi masih aktif berkontribusi bagi perekonomian Sri Lanka dengan mengirimkan uang mereka, kata Sanjeewa.

Menurut Laporan Tahunan Bank Central 2014, pekerja migran berkontribusi lebih dari 7 miliar dolar AS untuk ekonomi Sri Lanka selama tahun tersebut.

Ethera Api menyerahkan petisi kepada Thalatha Athukorala, menteri tenaga kerja luar negeri, November lalu yang ditandatangani oleh lebih dari 3.000 migran Sri Lanka yang menuntut hak-hak mereka, termasuk hak untuk memilih.

Sunil Hadunneththi, seorang anggota parlemen dari partai Janatha Vimukthi Peramuna dan ketua Ethera Api, berperan penting di parlemen. “Para migran dapat menggunakan teknologi baru untuk memilih,” kata Hadunneththi.

“Komite itu akan membuat cara-cara praktis untuk menjadi mungkin dan akan menghadirkan mereka di parlemen,” katanya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online