UU baru untuk LSM di Tiongkok timbul masalah bagi kelompok Kristen

02/05/2016

UU baru untuk LSM di Tiongkok timbul masalah bagi kelompok Kristen thumbnail

 

Beijing akhirnya mengesahkan RUU kontrolversial tentang lembaga swadaya masyarakat (LSM), yang tampaknya menimbulkan malapetaka bagi kelompok-kelompok bantuan Kristen dan kegiatan amal mereka di negara itu.

RUU baru itu disahkan oleh parlemen negara itu, Kongres Rakyat Nasional, 28 April, setelah beberapa hari keputusan dalam konferensi agama tingkat tinggi pertama Partai Komunis dalam 15 tahun.

Konferensi ini diadakan oleh Presiden Xi Jinping yang mengeluarkan cetak biru sebagian besar untuk mengontrol kelompok-kelompok agama asing.

Seiring dengan pengawasan ketat pada agama, UU baru untuk LSM itu mengatur pembatasan lebih ketat tentang bagaimana LSM di Tiongkok bekerja dengan mitra asing, dan menyatakan bahwa LSM asing dilarang karena “secara ilegal terlibat dalam mensponsori kegiatan keagamaan,” demikian tabloid Global Times, yang dikelola negara itu.

“Jika LSM asing tidak melanggar peraturan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Paul Pun, sekjen Karitas Macau.

Kantor Karitas di Macau, Hong Kong dan Taiwan mensponsori program-program pembangunan di Tiongkok, termasuk penggalian sumur dan bantuan darurat.

Karitas Macau juga mengoperasikan program bantuan untuk anak-anak di Tiongkok.

Namun, masih belum jelas apakah program ini akan terpengaruh setelah penerapan UU baru tersebut.

Para pejabat dari berbagai organisasi Kristen lainnya di Tiongkok telah menyatakan keprihatinan mereka.

UU baru itu telah mempengaruhi lebih dari 7.000 LSM di seluruh Tiongkok.

Polisi akan diberikan kekuasaan hampir tak terbatas untuk memeriksa dana LSM, wawancara para staf – baik lokal maupun luar negeri.

UU itu juga “menerapkan peraturan ketat terkait dana dari luar negeri yang diterima, termasuk sumber pendanaan, biaya dan pendapatan,” kata kantor berita Negara itu, Xinhua.

UU ini akan menyebabkan sakit kepala bagi LSM Kristen, banyak yang mengandalkan dana bantuan dari luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, kata direktur sebuah LSM Kristen kepada ucanews.com.

Baca selengkapnya: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online