Imam mencalonkan diri sebagai gubernur di provinsi termiskin

09/05/2016

Imam mencalonkan diri sebagai gubernur di provinsi termiskin thumbnail

 

Seorang imam Katolik sedang mencalonkan diri sebagai gubernur di salah satu provinsi termiskin di Filipina tengah untuk mengakhiri dinasti politik dan korupsi.

“Meningkatkan kehidupan rakyat di Provinsi Samar Bagian Utara adalah salah satu yang saya ingin lakukan, bukan untuk kepentingan diriku sendiri,” kata Msgr Walter Cerbito.

“Tidak semua orang diberi kesempatan untuk posisi itu, jadi saya harus berjuang untuk melawan dinasti politik dan korupsi, meskipun tidak layak untuk seorang imam seperti saya,” kata mantan vikjen Keuskupan Catarman.

Msgr Cerbito mengundurkan diri dari jabatannya sebagai vikaris jenderal (vikjen) ketika ia mengumumkan pencalonannya sebagai gubernur.

Msgr Cerbito adalah calon melawan Jose Ong Jr, Gubernur incumbent (kepala daerah yang masih menjabat), yang ingin mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.

Ong, yang keluarganya telah memerintah provinsi itu selama lebih dari dua dekade, adalah salah satu gubernur terkaya di Filipina dengan aset  6,5 juta dolar AS.

Adik ipar Ong, Madeleine, saat ini adalah walikota kota tahun 1998-2001, sementara keponakan sebagai anggota dewan provinsi itu.

Dinasti politik

Selama beberapa dekade, politik di Provinsi Samar Bagian Utara telah ditandai dengan persaingan sengit antara dua keluarga berpengaruh – Ong dan Daza.

Raul Daza, wakil ketua DPR, menjabat sebagai gubernur dari tahun 2001-2010. Ia digantikan oleh putranya, Paul, yang menang sebagai gubernur pada 2010, namun kalah tahun 2013.

Paul menjadi anggota dewan provinsi 2004-2007 dan anggota Kongres (2007-2010).

0509c

Bajir menggenangi jalan beraspal di Provinsi Samar Bagian Utara di Filipina tengah, salah satu provinsi termiskin di negeri itu. 

 

Misi

Msgr Cerbito dan timnya tahu mereka akan berjuang pada pemilu 9 Mei.

Msgr Cerbito berjanji akan menghancurkan “dinasti keluarga” di provinsi itu jika ia terpilih.

“Jika Allah menghendaki bahwa saya harus melayani pemerintah, saya akan melayani hanya satu periode dan mempersiapkan generasi berikutnya,” kata imam itu.

Msgr Cerbito mengatakan “korupsi merajalela,” terutama dalam pengadaan barang dan jasa, telah menjadi praktek biasa di pemerintah provinsi itu.

“Tidak heran, kualitas infrastruktur yang kami miliki di provinsi kami begitu rendah dan berada di bawah standar,” katanya.

“Siklus ini harus dihentikan,” kata Msgr Cerbito.

Tahun 2012, Samar Bagian Utara tercatat sebagai provinsi termiskin ke-12 di negara ini. Tahun 2015, provinsi itu berada di tempat kesembilan dengan 43,5 persen orang yang dianggap miskin.

“Ada berbagai indikator yang nyata antara dinasti politik dan kontribusinya terhadap kemiskinan memburuk di provinsi ini,” kata Msgr Cerbito.

Dukungan dari orang miskin

Adalah tidak mudah bagi imam itu untuk meluncurkan kampanye menjadi gubernur.

Di usia 65 tahun, Msgr Cerbito harus berjalan beberapa kilometer memenuhi para pemilih dan menjelaskan mengapa ia mencalonkan diri serta apa yang ia lakukan saat terpilih.

Banyak relawan, terutama di daerah yang jauh akan berpartisipasi dalam kampanyenya, relawan lain menyedikan makanan dan kendaraan.

“Pastor Cerbito mengumpulkan dukungan yang luas untuk perang salib melawan dinasti politik, korupsi, dan merendahkan moral,” kata juru bicara kampanye, Pastor Ricardo Melendres.

“Setiap hari kami menerima sayur-mayur, ubi-ubian dari para petani, dan ikan kering dan segar dari para nelayan,” kata Pastor Melendres.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online