Pengamat asing puji pengawas pemilu berbasis Gereja

13/05/2016

Pengamat asing puji pengawas pemilu berbasis Gereja thumbnail

Para pengamat asing yang tergabung dalam International Observers Mission.

 

Dewan Pastoral Paroki untuk Pemilihan Bertanggungjawab  (PPCRV) berbasis Gereja “berperan penting” dalam  keberhasilan pemilu nasional di Filipina pada 9 Mei, kata para pengamat asing.

“Hitung cepat PPCRV ini telah menjawabi kepentingan warga yang aktif dan dalam keadaan khawatir,” kata Leif Petterson, anggota parlemen Swedia yang merupakan bagian dari International Observers Mission (IOM).

IOM memuji “para pahlawan tersembunyi, tanpa nama yang berada di balik keberhasilan pemilu tersebut”. Mereka aktif di semua tempat, yang dikunjungi oleh para pengamat internasional.

IOM juga “mengakui” dedikasi para guru, perempuan, dan kelompok masyarakat sipil Filipina selama pencoblosan berlangsung.

“Peran wanita menjabat sebagai dewan pengawas pemilu sangat penting,” kata Edwin Batongbacal, anggota Filipina-Amerika Serikat dari IOM.

“Meskipun terlalu banyak bekerja dan kurang dibayar, (para guru) mengabdikan diri mereka untuk melindungi hak publik untuk memilih,” katanya.

Pemilu Filipina memiliki sejarah yang dilanda kekerasan mematikan.

PPCRV adalah sebuah inisiatif dari Gereja Katolik Filipina memobilisasi sekitar 700.000 relawan untuk 92.509 daerah pemilih di seluruh negeri itu pada pemilu tahun ini.

Masalah yang dihadapi

Pada hari pencoblosan, seorang relawan PPCRV tewas dalam penyergapan di selatan kota Pagadian di Mindanao saat mengambil surat suara hasil pemilu di markas pengawas ini.

Di Provinsi Sultan Kudarat, juga di Mindanao, PPCRV menyelamatkan para relawannya setelah sebuah truk penuh orang bersenjata membawa para pemilih dan merebut surat suara dari para pengawas pemilu.

Orang bersenjata mengejar salah satu relawan PPCRV yang mengambil  video clip dari kegiatan mereka.

Sebanyak 15 pengamat asing dari berbagai negara mengatakan mereka akan menyerahkan laporan dan rekomendasi kepada KPU Filipina pada akhir misi mereka.

“Kami menyaksikan kasus kemacetan mesin penghitungan suara, pembelian dan penjualan suara, kekerasan terkait pemilu, dan penyimpangan lainnya,” kata pengamat Jerman Anushka Ruge.

“Tapi, pada umumnya (pemilu) berjalan secara kredibel,” katanya kepada ucanews.com.

Kelompok ini menyatakan kekaguman terhadap orang-orang Filipina berani berkorban “meskipun antrian panjang, gangguan, dan penyimpangan.”

Sumber: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online