Pimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional, Ahok kutip Amsal 24:16

20/05/2016

Pimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional, Ahok kutip Amsal 24:16 thumbnail

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pemacu bangsa Indonesia dari jatuh-bangun membangun bangsa ini. Meski mengalami polemik ekonomi maupun politik, Indonesia harus tetap semangat dan bangkit dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Usai menjadi Inspektur Upacara, dia sempat mengutip ayat Alkitab yang diambil dari Perjanjian Lama yaitu Amsal  24:16 tentang jatuh-bangun kehidupan seseorang. Ayat ini berbunyi: “Apabila kesengsaraan, pencobaan, dan kemalangan terjadi dalam hidup orang benar, mereka akan bangun kembali karena kasih karunia Allah mengangkat mereka.”

“Prinsip kita, kita peringati tiap tahun ini supaya ingatkan kita, kita memperjuangkan NKRI ini, memperjuangkan keadilan sosial ini, kita bisa jatuh. Jatuh tujuh kali, bangkit tujuh kali. Jadi, kita boleh jatuh-bangun. Tapi kalau digambarkan grafik, kita naik, jatuh, naik, jatuh enggak apa-apa. Tapi, tren bangsa ini tetap harus ke atas,” kata pria yang akrab disapa Ahok itu usai memimpin upacara peringatan Harkitnas di Lapangan Eks IRTI Monas, hari Jumat (20/5), katanya seperti dilansir Satuharapan.com.

Menurutnya, tindakan konkret warga negara Indonesia untuk mengaplikasikan semangat kebangkitan adalah dengan kerja nyata. Di antaranya adalah mewujudkan keadilan sosial, memberantas korupsi dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Apalagi, lanjut dia, di era teknologi canggih ini bangsa Indonesia rentan menghadapi ancaman tak kasat mata yaitu radikalisme, terorisme, pornografi dan kekerasan di mana biasanya disebarkan melalui dunia maya.

Sebagai pelayan masyarakat, peran pemerintah yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dirasa perlu untuk mengantisipasi masalah tersebut dengan kerja nyata dan sifatnya yang bukan seremonial saja. Dia meminta PNS untuk lebih kreatif lagi menangani permasalahan di ibukota.

“Kini saatnya kerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inovatif. Harus membiasakan yang benar bukan sekedar membenarkan yang biasa,” katanya.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online