Kardinal Zen menyerukan semua warga Hong Kong untuk bersatu

26/05/2016

Kardinal Zen menyerukan semua warga Hong Kong untuk bersatu thumbnail

 

Kardinal Joseph Zen, uskup emeritus Keuskupan Hong Kong mengatakan persatuan antara semua strata sosial diperlukan guna mempertahankan kebebasan Hong Kong.

Kardinal itu membuat pernyataan dalam menanggapi keputusan yang diambil oleh Federasi Mahasiswa untuk tidak mengambil bagian dalam tuguran peringatan bagi para martir dalam tragedi Lapangan Tiananmen, lapor AsiaNews.

Bagi prelatus itu, “perjuangan besar dan panjang untuk kebebasan dan demokrasi” sedang berlangsung di Hong Kong. Untuk mencapai tujuan ini, semua strata sosial harus bersatu; “persatuan dan kerja sama” yang diperlukan, katanya.

Untuk pertama kalinya dalam 27 tahun, kelompok mahasiswa itu telah memutuskan untuk tidak bergabung dengan gerakan pro-demokrasi. Tuguran itu, yang akan digelar semalam pada 3-4 Juni di Victoria Park, akan menarik ratusan ribu warga Hong Kong.

Dipimpin oleh Aliansi Hong Kong untuk Mendukung Gerakan Demokrasi Patriotik di Tiongkok, warga Hong Kong berkumpul bersama setahun sekali untuk mengingatkan para pemimpin Tiongkok sebagai penanggung jawab politik untuk mempidanakan mereka terkait pembunuhan mahasiswa dan buruh tahun 1989, dan menyerukan rehabilitasi.

Protes Lapangan Tiananmen tahun 1989 adalah sebuah rangkaian demonstrasi yang dipimpin mahasiswa diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, Tiongkok, antara 15 April hingga 4 Juni 1989.

Protes ini terkait ketidakstabilan ekonomi dan korupsi politik yang kemudian merembet menjadi demonstrasi pro-demokrasi yang merupakan suatu yang belum lazim di Tiongkok yang otoriter. Lebih dari 3.000 orang meninggal sebagai akibat tindakan dari pasukan bersenjata.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online