UCAN Indonesia Catholic Church News

Pemeras Gereja harus ditindak sesuai hukum

10/06/2016

Pemeras Gereja harus ditindak sesuai hukum thumbnail

Sekelompok orang menggelar unjuk rasa mempertanyakan izin pendirian Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Bandung, Minggu (10/04) lalu. (Foto: bbc.com/pgi.or.id)

 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid mengatakan praktik dugaan pemerasan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan terhadap beberapa gereja di sekitar kota Bandung, Jawa Barat harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Sebab, kata Sodik, dapat menimbulkan keresahan terhadap masyarakat khususnya kota Bandung.

“Pemerasan dalam bentuk apa pun, kepada siapa pun dan oleh siapa pun itu harus ditindak sesuai hukum yang berlaku karena bisa menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Sodik, seperti dikutip Satuharapan.com, di Jakarta, (8/6).

Sebelumnya hasil pertemuan Komnas HAM dengan sejumlah pimpinan Gereja di Bandung, Jumat (3/6), menyebutkan ada beberapa ormas yang diduga memeras beberapa Gereja di sekitar kota Bandung, dengan dalih bangunan tempat ibadah itu tidak berizin.

“Organisasi keagamaan, polisi harus lebih akurat melakukan penyelidikan karena pelaku dan korbannya adalah lembaga keagamaan,” kata dia.

Menurut Sodik, pemerasan yang diduga dilakukan oleh ormas keagamaan akan menjadi preseden buruk yang mengatasnamakan agama.

Menurut dia, ormas agama seharusnya menjadi salah satu pilar kerukunan dan kedamaian.

Selain itu, kata Sodik, untuk penelitian polisi juga bermanfaat ganda untuk menentukan benar dan tidaknya organisasi keagamaan itu terlibat. Dengan demikian untuk pemerintah daerah seperti kota Bandung harus bekerja sama lebih intensif dengan aparat keamanan dan induk organisasi keagamaan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Sebelumnya, seorang pemimpin gereja di Bandung, kepada wartawan BBC Indonesiamengaku pernah diperas hingga sekitar Rp 200 juta oleh orang-orang yang tergabung dalam ormas berlabel agama.

“Poin yang ingin diungkap oleh Komnas HAM adalah, bahwa ketidaktegasan pemerintah terhadap aksi main hakim sendiri oleh kelompok intoleran itu berbuntut pada aksi premanisme, pemerasan dan kejahatan yang lain,” kata komisioner Komnas HAM, Imdadun Rahmat, Senin (6/6) sore.

Walikota Bandung bantah

Walikota Bandung Ridwan Kamil membantah ada gereja di Bandung yang diperas. “Hanya improvisasi oknum ormas,” katanya.

Pernyataan itu ia ungkapkan seusai menggelar rapat bersama pengurus Gereja se-Kota Bandung, Kamis (9/6).

Pertemuan yang digelar di rumah dinas walikota, di Jalan Dalem Kaum, Bandung itu dihadiri berbagai forum Gereja di Kota Bandung, FKUB, Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI), dan Bimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat.

“Hasil dari penelusuran Bidang Bimas Kristen Kementerian Agama Jawa Barat tidak ada bukti terjadi praktik dugaan pemerasan seperti kabar yang beredar, karena perizinan gereja itu sudah selesai sesuai prosedur,” katanya.

“Kalaupun ada upaya yang sifatnya memanfaatkan situasi, hasil penelusuran adalah improvisasi oknum di lapangan dari anggota ormas,” tambahnya.

Pertemuan itu digelar untuk mengklarifikasi dugaan pemerasan oleh salah satu ormas kepada pengelola Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Bandung.

Kalau menurut Pembina Masyarakat Kristen Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Minda Sirait, yang disebut dengan pemerasan itu adalah “menjembatani”.

“Kami sudah tampung informasinya dan tidak sepihak. Kami dapati bahwa sebenarnya teman-teman dari ormas ingin menjembatani. Sudah diluruskan informasi itu, tidak terjadi, ada salah paham, ada persoalan komunikasi,” ujarnya.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online