Romo Magnis nilai korupsi jadi sumber disintegritas Indonesia

20/06/2016

Romo Magnis nilai korupsi jadi sumber disintegritas Indonesia thumbnail

 

Romo Franz Magnis-Suseno SJ mengatakan, ancaman yang paling besar bagi bangsa Indonesia tidak terdapat pada tindakan ekstremisme maupun terorisme.

Romo Magnis menilai korupsi merupakan ancaman terbesar bagi bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Romo Magnis saat menjadi salah satu pembicara dalam Konvensi Anti-Korupsi 2016 yang digelar oleh Pemuda Muhammadiyah.

“Saya anggap korupsi sebagai ancaman yang paling besar. Ekstremisme tak akan pernah punah. Itu tetap ada. Tapi anak-anak kita di masa depan tidak akan menjadi redikal,” kata Romo Magnis di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (18/6/2016), seperti dilansir Kompas.com.

Menurut Romo Magnis, korupsi dapat memicu disintegrasi masyarakat Indonesia. Para pelaku korupsi akan membuat jejaring yang tidak menguntungkan masyarakat.

Selain itu, di tataran ekonomi, korupsi membuat melambatnya pembangunan. Romo Magnis menilai pembangunan yang dikorupsi tidak akan bertahan lama untuk menunjang kehidupan masyarakat.

“Contohnya buat jembatan, belum sepuluh tahun ambruk. Tidak hanya nilai yang masuk ke jembatan hilang tapi juga fungsi ekonomisnya. Sekolah yang setiap lima tahun mesti diperbaiki,” kata dia.

“Apapun yang dikerjakan oleh korupsi bisa rusak setahun. Tanpa korupsi bisa dua puluh tahun. Sedangkan yang bayar pembangunan itu adalah rakyat kecil,” tambah Romo Magnis.

 

One Comment on "Romo Magnis nilai korupsi jadi sumber disintegritas Indonesia"

  1. Jenny Marisa on Tue, 21st Jun 2016 8:07 am 

    Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  2. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  3. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  4. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  5. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  6. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  7. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  8. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  9. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  10. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online