UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para uskup minta pihak yang main hakim sendiri harus berhenti

Juni 23, 2016

Para uskup minta pihak yang main hakim sendiri harus berhenti

 

Para uskup Filipina telah mengeluarkan imbauan kepada aparat penegak hukum negara itu untuk menghentikan pembunuhan main hakim sendiri menyusul laporan bahwa sejumlah tersangka kriminal telah dieksekusi dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami terganggu oleh peningkatan jumlah laporan yang diduga orang yang terlibat dengan narkoba, pembiusan dan lain-lain … telah ditembak, diduga karena mereka menolak penangkapan,” kata pernyataan para uskup yang dirilis pada 20 Juni.

Sejak pemilihan Presiden Rodrigo Duterte pada 9 Mei, sekitar 42 pengedar narkoba diduga telah ditembak mati oleh polisi karena mereka menolak penangkapan.

Selama kampanye pemilu, Duterte berjanji melakukan perang melawan narkoba dan kriminalitas jika ia terpilih sebagai presiden.

Sementara memuji “keseriusan” otoritas dalam menegakkan hukum, para uskup mengatakan mereka terganggu yang main hakim sendiri yang tampaknya semakin meningkat.

Dalam oratio imperata atau doa khusus bagi pejabat pemerintah terpilih yang dirilis akhir pekan lalu, Kardinal Luis Antonio Tagle, uskup agung Manila meminta warga Filipina menghargai kehidupan manusia dan menghindari “budaya kematian.”

Doa itu akan dibacakan selama Misa pada 21-29 Juni atau selama sembilan hari berturut-turut sebelum para pemimpin terpilih negara itu mengambil posisi mereka pada 30 Juni.

Uskup Agung Lingayen-Dagupan Mgr Socrates Villegas, ketua presidium Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan para uskup “memahami kesulitan yang dihadapi penegak hukum.”

Prelatus itu mengatakan bahwa ada pedoman yang harus diikuti dalam mengejar penjahat. Aparat penegak hukum  “dapat ‘menembak untuk membunuh’ semata-mata atas dasar membela diri yang sah atau membela orang lain.”

“Membunuh tersangka langsung,  tidak secara moral dibenarkan,” kata prelatus itu dalam pernyataan berjudul “Seruan untuk Alasan dan Kemanusiaan.”

Ia juga mengatakan, pembunuhan tidak secara moral dibenarkan demi menerima hadiah uang.”

Dia juga mengatakan, “Adalah kewajiban moral setiap umat Katolik melaporkan segala bentuk main hakim sendiri yang mereka tahu secara pribadi.”

“Kita harus melawan kriminalitas,” kata Uskup Agung Villegas, tapi impunitas dengan pelanggar hukum  juga menunjukkan kelemahan dalam sistem peradilan pidana di negara ini.”

Uskup Agung Villegas mendesak umat Katolik bahwa sikap diam atau ketidakpedulian “kita mungkin telah berkontribusi terhadap kejahatan dan peningkatan aktivitas kriminal.”

Dia “meminta” jaksa dan hakim “untuk tetap teguh dalam komitmen mereka.

Sumber: ucanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi