UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para uskup didesak menolak sesuatu yang salah secara moral

Juli 13, 2016

Para uskup didesak menolak sesuatu yang salah secara moral

Uskup Agung Socrates Villegas

 

Ketua Presidium Konferensi Waligereja Filipina meminta para pemimpin Gereja Filipina untuk melawan apa yang salah secara moral dan mempertahankan kehidupan di tengah serentetan pembunuhan yang diduga pengedar narkoba di negara ini.

“Kami akan membela kehidupan dan martabat setiap orang. Kami akan melindungi yang lemah dari bahaya,” kata Uskup Agung Socrates Villegas.

Berbicara pada pertemuan para pejabat Gereja Filipina pada akhir pekan lalu, prelatus itu memperingatkan bahwa waktunya akan tiba “ketika orang-orang tidak akan mentolerir ajaran yang sehat.”

Uskup Agung Villegas mendesak para uskup untuk terus mengajar “yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah … bahkan (jika) tampaknya seperti suara di padang gurun bermusuhan.”

Dia mengatakan padang gurun juga merupakan tempat untuk pemurnian dan doa serta “mengundang kita untuk tinggal bersama Tuhan.”

“Padang gurun menguji kesiapan kita untuk menjadi martir,” kata Uskup Agung Villegas.

Berkaca pada sejarah Gereja di Filipina, ia mencatat masa-masa sulit, terutama selama tahun 1986 revolusi “People Power”, ¬†saat itu suara uskup “didengar dan dihormati.”

“Rekomendasi kami sebagian besar diperhatikan,” kata Uskup Agung Villegas.

Namun, “Kembali ke padang gurun,” ketika Kongres Filipina mengesahkan UU Kesehatan Reproduksi, yang telah ditentang oleh para uskup.

UU Tahun 2012 itu memungkinkan dana negara untuk kontrasepsi buatan.

“Suara kami di padang gurun menyampaikan ajaran kepada umat, namun umat tidak mau mengikuti. Pelayanan pastoral kami diabaikan, diejek dan diabaikan,” kata uskup agung itu.

“Kami berbicara bahasa yang sederhana, namun kawanan kami tidak bisa mengerti,” katanya, seraya menambahkan bahwa ketika para pemimpin Gereja menyerukan moralitas, “orang-orang menertawakan kami.”

“Ketika kami menantang ketidaksenonohan, kami dihina dan diejek sebagai kuno,” kata Uskup Agung Villegas, seraya menambahkan bahwa ketika para uskup berkhotbah tentang pernikahan dan kehidupan keluarga, “kami dikritik sebagai bujangan kurang informasi.”

“Rasanya, Gereja seperti Ismael, anak Abraham dikirim ke padang gurun untuk mati,” tambahnya.

Namun, Uskup Agung Villegas mengingatkan para uskup bahwa “padang gurun menguji kesiapan kita untuk menjadi martir (di mana) yang terbaik dalam diri kita bersinar.”

Ia mendesak para uskup untuk tidak menarik diri dari “misi Tuhan … (karena panggilan ini) tidak untuk menjadi sukses, tapi untuk setia.”

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi