SURAT KELUARGA Juli 2016: Menjadi Keluarga Kontras

13/07/2016

SURAT KELUARGA Juli 2016: Menjadi Keluarga Kontras thumbnail

 

Keluarga-Keluarga Katolik terkasih, semoga Anda sekeluarga mengalami kasih karunia Allah bersama seluruh keluarga di masa kebersamaan ini. Semoga saat istimewa ini kita pakai bersama untuk membangun quality time yang rohani. Persatuan dalam keluarga jika disempurnakan dengan doa bersama akan menjadi relasi spiritual berkualitas antar anggota keluarga.

Keluarga Kontras maksudnya adalah keluarga yang berani “menjadi lain” yang tetap memelihara nilai-nilai luhur kekerabatan, hidup doa, hormat, etika dan etiket, serta berbudaya hangat (afektif) dalam hubungan dengan anggota keluarga lain. Sementara yang lain hidup “sendiri-sendiri” dan miskin komunikasi, keluarga kontras mampu menjadi garam dengan tetap menunjukkan cara hidup yang berbeda, yang normal, yang manusiawi, dan yang “Indonesia”.

Kemerosotan nilai-nilai moral dan manusiawi serta tradisi dapat disebabkan karena banyak orangtua hanya mengejar “kehebatan” akademis, sehingga menyerahkan begitu saja pendidikan putra-putrinya pada institusi (sekolah) yang maju ilmu pengetahuannya, tetapi “miskin hidup rohani”. Sekolah yang hanya menjadikan anak-anak mahir berbahasa asing semakin menjamur.  Sekolah yang makin menjadikan anak-anak menjadi semakin berperilaku global lebih menjamur lagi. Gaya hidup modern menjadikan sekolah makin mahal tapi miskin budi pekerti dan nilai-nilai.

Keluarga-Keluarga Katolik yang baik, saya percaya Anda tetap memperhatikan hidup rohani seluruh keluarga. Saya percaya bahwa masih banyak orang Katolik yang beriman baik dan tetap menjaga imannya. Meskipun demikian, “serangan” informasi dari berita, pengetahuan, jejaring sosial, sampai isu-isu per-detik, membuat keluarga kita kurang berdaya mengatasi hidup ini. Kita ingin anak kita beriman dan berbudi luhur, tetapi mereka menerima beban hidup modern yang membuat “senang” dan “lebih mudah”, dan melupakan kekuatan tradisi yang terbukti lebih manusiawi dan diterima semua usia.

Kita ingin agar anak-anak tetap “melek informasi” dan modern. Kita pasti membutuhkan anak-anak yang makin mahir berbahasa asing dan paham teknologi terkini. Kita tidak mungkin membendung rasa ingin tahu dan ingin berjejaring dari anak-anak kita, atau bahkan kita sendiri sebagai orangtua. Biarpun demikian, kita lebih ingin anak-anak kita tidak “ketinggalan rohani”. Kita rindu melihat anak-anak yang pandai, tetapi tetap tahu “sopan santun”. Kita pasti ingin anak-anak menjaga tubuh mereka agar tidak terlilit tren seks bebas di antara teman-teman mudanya.

Bagaimana membangun jembatan generasi dan pendidikan itu? Kadang kita bingung memulainya.

Jangan membiarkan iblis bekerja semakin giat untuk memeluk anak-anak dan pasangan kita ke dalam dosa yang lebih dalam. Jangan biarkan informasi palsu merusak keluarga kita sehingga Firman Allah menjadi olok-olokan dan tidak trendy. Saya dan Anda tentu mempunyai kerinduan yang sama: ingin keluarga tetap menjadi persembahan yang baik buat Tuhan. Kekuatan jahat hanya bisa dikalahkan oleh KASIH dan KOMUNIKASI.

Lihatlah Allah yang adalah kasih (bdk. I Yoh. 4:8) tetap menyertai kita. Meskipun demikian, kita tetaplah anak-anak dunia yang dipengaruhi dunia begitu rupa, sehingga dapat melupakan Allah dan bahkan melupakan-Nya. Kasih Allah menjadi kurang berguna karena kelalaian kita.

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (I Yoh.3:1)
Dunia mengarahkan kita untuk semakin melupakan Allah, sebab kita hanya mengandalkan akal sehat yang terbatas. Jangan menjadi bodoh, hanya karena kita melulu mengandalkan kekuatan sendiri.

Ketika sebuah keluarga memberi waktu untuk berbicara tentang iman, maka seluruh keluarga akan lebih beriman. Meskipun tidak selalu mudah, tetapi jika “sharing iman” menjadi kebiasaan  di dalam rumah, maka semua tidak akan mengalami gagal rohani. Orangtua yang dengan tulus mendengarkan pengalaman anak-anaknya hari itu, pasti dapat lebih menyemangati mereka. Apalagi jika ia mengajak anaknya berdoa kepada  Tuhan, tentu hidupnya akan semakin utuh dan lengkap.

Rajinlah menegur dengan sopan dan hormat pada anak-anak atau pasangan. Teguran bisa mengenai apa saja, tentang hal sehari-hari, tentang kebersihan tubuh, menjaga tubuh, kebersihan lingkungan, pergaulan, berdoa, disiplin harian, sampai disiplin menghadiri acara keluarga dan makan bersama. Saya percaya hal itu tidak sulit, jika Anda menginginkan dan mengaturnya dengan lembut dan disiplin. Jangan mudah memberikan toleransi pada hal yang wajar, seperti mengucapkan terima kasih, makan bersama, atau memberi salam kepada orang yang lebih tua.

Semoga saat-saat istimewa tetap menjadi “saat rohani” untuk Anda sekeluarga. Semoga makin banyak anak-anak yang pandai secara akademis, juga pandai secara rohani dan emosinya. Semoga makin banyak anak-anak kecil dan remaja yang sopan berbicara dan pandai bergaul serta mengatur hidupnya. Semoga Allah digembirakan dengan banyaknya keluarga kontras di Keuskupan Agung Jakarta ini. Jangan cuma menambah orang-orang pandai, tetapi didiklah manusia yang utuh. Selamat berjuang dan menang bersama Allah.

Salam Keluarga Kudus

Alexander Erwin Santoso MSF
Ketua Komisi Kerasulan Keluarga KAJ

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  2. Sr. Sesilia Ketut SSpS menjadi harapan warga yang mengungsi dari Timor-Leste
  3. Siswi Sekolah Katolik demo menentang pembunuhan karena narkoba
  4. RUU ‘Pelindungan Umat Beragama’ membahayakan kalangan minoritas
  5. Renungan Minggu XVI Tahun A – 23 Juli 2017
  6. Orang Kristen di Bangladesh diminta lebih terlibat dalam politik
  7. Menyita paspor terpidana pedofilia adalah langkah tepat 
  8. Umat Katolik Hong Kong mengenang Liu Xiaobo dalam Misa Requiem
  9. Koleksi buku Katolik milik Soekarno tersimpan rapi di Bengkulu
  10. Keluarga Katolik Pakistan melarikan diri setelah tuduhan penistaan
  1. imbauan KPK kpd GK spy mengaudit keuangan gereja lebih diharapkan agar menjadi c...
    Said Patricius HBK on 2017-07-21 13:49:20
  2. Dalam artikel diatas sama sekali tidak disebut diiaudit oleh KPK tapi ditekankan...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 13:17:16
  3. Saya kurang setuju bila KPK mengaudit, karena bukan badan atau kantor di pemerin...
    Said Jumtu Bagus on 2017-07-21 11:10:19
  4. KPK,gak boleh asa bergerak kesemua arah,fokus kepada keuangan negara,karena keua...
    Said ROSSY on 2017-07-21 10:28:53
  5. bukan diaudit oleh KPK tetapi diaudit oleh tim yg dibentuk oleh gereja sendiri /...
    Said Yanto Lamawato on 2017-07-21 10:01:03
  6. Absolute power corrupts absolutely Ingat. Runtuhnya kekuasaan gereja Katolik ...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:26:18
  7. Jadi semakin yakin ada yang tidak beres dg keuangan paroki Kristoforus....
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:23:17
  8. Tidak bermaksud menghalang-halangi niat/usulan KPK dalam rangka pelaksanaan audi...
    Said Alex on 2017-07-21 06:53:41
  9. Audit keuangan GEREJA itu penting utk transparansi yg akan membuat Jemaat/Umatme...
    Said Alexander Katuuk on 2017-07-20 20:59:10
  10. Audit keuangan di tubuh gereja penting utk menunjukkan tanggung jawab para penge...
    Said Don Suban Garak on 2017-07-20 19:12:24
UCAN India Books Online