Politisi Kristen melihat konferensi perdamaian yang dipimpin Suu Kyi

14/07/2016

Politisi Kristen melihat konferensi perdamaian yang dipimpin Suu Kyi thumbnail

Para politisi Katolik di daerah etnis minoritas Myanmar mengatakan mereka memiliki harapan yang tinggi pada konferensi perdamaian yang akan datang, tapi tetap waspada terkait sikap militer terhadap proses tersebut guna mengakhiri dekade perang saudara.

Sebagai bagian dari janji pemerintah sipil untuk membawa perdamaian negara itu, “Konferensi Panglong Abad ke-21” dijadwalkan akan digelar di Naypyidaw pada Agustus. Semua kelompok etnis bersenjata negara itu diundang untuk berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Jenderal Aung San, ayah dari Aung San Suu Kyi menyelenggarakan Konferensi Panglong pertama tahun 1947, bertujuan memberikan otonomi kepada minoritas etnis Kachin, Chin dan Shan sebelum negara itu merdeka tahun 1948.

Menyusul pembunuhan jenderal itu, konferensi itu terhambat sehingga banyak kelompok etnis mengangkat senjata melawan pemerintah pusat. Beberapa konflik mematikan selama lebih dari enam dekade.

Shay Ray Shu Maung, seorang anggota parlemen Katolik dan Majelis Tinggi di Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), mengatakan bahwa harapan untuk perdamaian tetap tinggi di antara kelompok-kelompok etnis minoritas menyusul kemenangan telak NLD pada pemilu November lalu.

“Orang-orang kami memiliki harapan tinggi pada Aung San Suu Kyi dan percaya bahwa dia sedang berusaha keras membangun perdamaian,” kata Shu Maung kepada ucanews.com.

Shu Maung mengatakan bahwa konferensi perdamaian yang akan datang akan menjadi langkah maju dalam membangun kepercayaan dan memulai proses perdamaian.

“Suara-suara orang etnis telah diabaikan selama beberapa dekade dan wilayah mereka kurang berkembang sehingga kesetaraan harus dilaksanakan di bawah pemerintah yang dipimpin NLD,” katanya.

Myanmar beralih ke pemerintahan militer-sipil pada 2011, mengakhiri lebih dari 50 tahun kekuasaan militer. Sejak 2012, pemerintah memulai proses perdamaian dengan beberapa kelompok etnis bersenjata. Oktober lalu gencatan senjata mulai berlaku dengan delapan dari 20 kelompok etnis bersenjata.

Pertempuran masih berlanjut di daerah etnis tertentu terutama di utara dan timur negara itu di mana militer menyerang kelompok non-penandatangan seperti pemberontak Palaung dan Tentara Kemerdekaan Kachin.

Lama Naw Aung, seorang anggota parlemen Katolik dan Majelis Rendah dari Partai Demokrasi, mengatakan ia berharap semua pemangku kepentingan – militer, kelompok etnis bersenjata, pemerintah dan partai politik – berusaha keras membangun perdamaian di negara itu.

“Kami prihatin bahwa meskipun perang berakhir, namun militer masih melancarkan serangan di beberapa daerah etnis. Ini bukan pertanda baik, kita harus mengakhiri pertempuran sebelum konferensi perdamaian tersebut dimulai,” kata Naw Aung kepada ucanews.com.

Lebih dari 100.000 warga Kachin telah mengungsi sejak Juni 2011. Mereka saat ini berada di kamp-kamp sementara di Kachin dan Shan.

Sebelumnya, Kardinal Charles Maung Bo dari Yangon juga menyerukan orang di Myanmar untuk membuat sebagian besar dari konferensi mendatang sehingga dapat memberikan perdamaian dan keadilan bagi negara itu.

“Konferensi Panglong merupakan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan oleh pihak manapun,” kata Kardinal Bo dalam sebuah pernyataan 16 Juni.

Kelompok etnis minoritas Myanmar mencapai sepertiga dari 51,4 juta orang di negara itu.

Banyak orang Kristen tinggal di negara-negara bagian berdasarkan etnis – Chin, Kachin, Karen dan Kayah.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Sri Lanka batal mengikuti Asian Youth Day di Indonesia
  2. Uskup Pakistan menuntut tindakan tegas pada teroris
  3. Ratusan katekis belajar cara berbicara tentang seks kepada remaja
  4. Perempuan Katolik Bangladesh akhirnya mendapat jabatan tinggi
  5. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  6. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  7. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  8. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  9. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  10. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  1. Semoga masalah ini cepat selesai....
    Said meldy on 2017-07-27 08:51:19
  2. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  3. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  4. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  5. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  6. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  7. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  8. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  9. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  10. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
UCAN India Books Online