UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Biarawati di Manila menampung pengungsi Pakistan

Juli 15, 2016

Biarawati di Manila menampung pengungsi Pakistan

Para pengungsi Pakistan mengadiri Misa hari Minggu di Sri Lanka.

 

Sebuah kongregasi religius di Manila telah menampung sebuah keluarga pengungsi Katolik yang lolos dari penganiayaan di Pakistan bulan lalu.

Keluarga terdiri dari suami-istri dan tiga anak, itu mengatakan mereka ke Manila untuk menghindari penganiayaan oleh para pendukung ISIS di Pakistan.

Keluarga, yang meminta untuk tidak menyebutkan identitas, tidak kenal siapa pun ketika mereka tiba di Filipina di mana persyaratan visa untuk orang asing tidak ketat.

“Ini cerita lama,” kata Pastor Jason Laguerta dari Paroki Hati Kudus Yesus di pinggiran Santa Mesa, Manila.

Keluarga itu mengambil taksi dari bandara dan pergi di sekitar kota sampai mereka tiba di sebuah biara.

“Para suster membantu keluarga itu, memberi mereka makanan, dan tempat tinggal,” kata imam itu. “Bahkan mereka juga membantu pengungsi itu mencari pekerjaan,” tambahnya.

Pastor Laguerta menolak untuk memberikan rincian tentang keberadaan keluarga itu dan Kongregasi Suster-suster yang membantu mereka “karena sensitivitas masalah ini.”

“Mereka melewati penganiayaan terburuk, tapi mereka memiliki kekuatan moral sekarang karena mereka menyaksikan bagaimana kami menerima, membantu, dan menunjukkan mereka kasih sayang,” kata imam itu.

Keluarga Pakistan akan berbagi pengalaman mereka selama Konferensi Evangelisasi Baru di Filipina selama tiga hari, yang dimulai 15 Juli di Universitas Santo Tomas di Manila.

“Mereka akan hadir dalam konferensi itu untuk berbagi pengalaman mereka,” kata Pastor Laguerta, yang juga ketua Komisi Evangelisasi Baru.

Dia mengatakan nasib dan pengalaman dari keluarga Pakistan sesuai dengan tema konferensi tentang karya-karya Gereja belas kasihan dan bagaimana diwujudkan dalam tindakan.

Kardinal Luis Antonio Tagle, uskup agung Manila “akan masuk lebih mendalam pada aspek kehidupan kami sebagai orang Filipina,” kata Pastor Laguerta.

Konferensi Evangelisasi Baru ini adalah salah satu kegiatan resmi Vatikan untuk Tahun Kerahiman Allah.

Tahun lalu, Kardinal Tagle, yang juga ketua Caritas Internasionalis,  menyesalkan tidak ada perhatian yang memadai dan bantuan untuk para pengungsi, terutama di Eropa.

Filipina mengumumkan tahun 2015 bahwa negara itu terbuka menerima para pengungsi yang melarikan diri dari negara yang dilanda konflik di Timur Tengah.

Negara ini adalah penandatangan Konvensi PBB Tahun 1951 mengenai Status Pengungsi.

Filipina telah membuka pintu untuk para pengungsi Vietnam dan Rusia, dan bahkan menawarkan diri untuk membantu orang-orang Rohingya, kelompok minoritas di Myanmar yang telah dianiaya.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi