Kardinal Tagle menyerukan lebih banyak ‘misionaris belas kasih’

19/07/2016

Kardinal Tagle menyerukan lebih banyak ‘misionaris belas kasih’ thumbnail

 

Kardinal Luis Antonio Tagle, uskup agung Manila menyerukan perlu lebih banyak misionaris belas kasih yang “memberitakan kata dan perbuatan bahwa Yesus adalah Tuhan” pada akhir konferensi tiga hari tentang Evangelisasi Baru di Filipina.

“Sebagai misionaris belas kasih seperti Yesus, kita dipanggil dan dikirim kepada orang lain meskipun dunia menganggap kita tidak layak,” kata uskup agung Manila  pada 17 Juli.

Ketua Caritas Internationalis itu bercerita kepada sekitar 5.000 peserta tentang pertemuannya dengan seorang anak pengungsi Suriah di Yunani.

“Dari mana kamu berasal?” tanya kardinal kepada anak itu, yang mengatakan berasal dari Suriah dan dia sendirian karena orangtuanya ingin dia berangkat ke tempat aman.

“Mereka ingin menyelamatkan dia,” kata Kardinal Tagle. “Kadang-kadang ketika saya memikirkan anak itu, saya bertanya pada diri saya sendiri, di mana dia sekarang? Karena dia tidak pernah melihat orangtuanya lagi. Saya berharap mereka masih hidup.”

“Ini adalah orang-orang yang dibuang oleh situasi yang tidak diciptakan oleh mereka, mereka tidak berniat, tapi mereka adalah korban,” kata Kardinal Tagle.

Dia mengatakan menjadi misionaris belas kasih “menemukan rahmat pada orang yang sering dibuang oleh masyarakat.”

Kardinal Tagle juga berbagi tentang pertemuannya dengan seorang anak Muslim di kamp pengungsian.

Anak itu bertanya, “Apakah Anda seorang Muslim? Dia terus menatapku seolah bertanya siapa kami. Mereka bukan salah satu dari kami, mengapa mereka memberi makan kepada kami. Mengapa mereka peduli?”

“Kami hanya berharap bahwa kenangan itu akan memperkuat mereka. Mereka mengalami cinta, mereka mengalami penerimaan bahwa mereka penting … dan malam tidak akan gelap lagi,” kata Kardinal Tagle.

0719e

Kardinal Luis Antonio Tagle mendesak umat Katolik menjadi misionaris belas kasih terutama orang yang “dibuang oleh masyarakat” seperti para pengungsi. 

 

Dia mengatakan sekitar 65 juta pengungsi di seluruh dunia “dibuang dan dibuang” juga oleh “orang yang dikirim oleh Tuhan.”

“Orang yang kita buang adalah anugerah Tuhan. Dan Anda tidak membuang anugerah ini,” kata prelatus itu, seraya menambahkan bahwa “Yesus datang tidak membuang bahkan orang-orang berdosa.”

Mengacu pada  ‘ensiklik Laudato si’, Paus Fransiskus tentang lingkungan hidup, Kardinal Tagle mengingatkan umat Katolik untuk menghindari  “budaya sekali pakai”.

“Para korban perdagangan manusia, korban praktek perburuhan yang tidak adil, korban kekerasan, ini adalah orang-orang yang dibuang, dibuang,” tambah Kardinal Tagle.

“Apa yang kita butuhkan sebagai tindakan belas kasih dalam budaya kita saat ini adalah mengembalikan anugerah itu,” seraya menambahkan bahwa “dalam budaya pengkhianatan, pengkhianatan bisa dipulihkan ketika kita mengembalikan anugerah itu.”

Dia mendesak orang-orang yang menghadiri Konferensi tentang Evangelisasi Baru itu untuk menjalani hidup sederhana.

Konferensi seperti ini diselenggarakan pertama kali oleh Kardinal Tagle tahun 2013 untuk menandai Tahun Iman. Pertemuan tahun ini merupakan bagian dari ketaatan Gereja akan Tahun Luar Biasa Kerahiman Allah.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pro dan kontra seputar rencana pembangunan patung Yesus di Papua
  2. Vatikan desak pemerintah global melibatkan masyarakat adat dalam pembangunan
  3. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  4. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  5. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  6. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  7. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  8. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  9. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  10. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  1. Kira kira Yesus akan bilang apa?...
    Said Jenny Marisa on 2017-04-28 20:01:14
  2. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  3. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  4. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  5. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  6. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  7. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  8. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  9. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  10. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
UCAN India Books Online