Dompet Dhuafa raih penghargaan Ramon Magsaysay 2016

01/08/2016

Dompet Dhuafa raih penghargaan Ramon Magsaysay 2016 thumbnail

 

 

Lembaga amil zakat Dompet Dhuafa mendapat penghargaan bergengsi dari Dewan Pengawas Ramon Magsaysay Award Foundation (RAMF). Dompet Dhuafa menjadi satu-satunya lembaga amal di Indonesia yang mendapat Magsaysay Award tahun ini.

“Penerima Magsaysay 2016 adalah Dompet Dhuafa dari Indonesia,” demikian pengumuman RMAF melalui keterangan tertulis seperti dilansir Dream.com, Jumat, 29 Juli 2016.

“Organisasi ini diakui berhasil menjalankan praktik filantropi berbasis zakat di Indonesia, menyebarkan potensi iman Islam untuk mengangkat derajat jutaan manusia, terlepas dari persoalan keyakinan.”

Presiden RMAF, Carmencita Abella, mengatakan, para penerima penghargaan Ramon Magsaysay 2016 dinilai berhasil memecahkan pelbagai persoalan sosial yang mengakar di masyarakat masing-masing.

“Jelasnya, mereka menciptakan solusi bulat untuk mengatasi persoalan sosial di masyarakat, persoalan yang menjebak masyarakat dalam kemiskinan, kebodohan, prasangka, dan sistem yang tidak adil,” kata Abella.

Dia menambahkan, perjuangan para penerima penghargaan yang tidak mengenal lelah membuat dunia terkagum. Meski dengan sumber daya sedikit, kata Abella, mereka menolak untuk menyerah.

“Pendekatan yang mereka pakai bertumpu pada penghormatan pada martabat manusia, dan perwujudan iman dalam bentuk usaha kolektif,” katanya.

“Kita harus banyak belajar dari para peraih penghargaan Magsaysay 2016, dan harus merayakan keagungan dari spirit mereka,” kata Abella.

Ramon Magsaysay merupakan penghargaan yang diberikan kepada para pihak yang dinilai telah berkontribusi bagi kehidupan.

Selain Dompet Dhuafa, tahun ini lembaga yang akan menerima penghargaan adalah Japan Overseas Cooperation Volunteers (Jepang), Bezwada Wilson (India), Conchita Carpio-Morales (Filipina), Vientiane Rescue (Laos), dan Thodur Madabusi Krishna (India).

Pada tahun-tahun sebelumnya, penghargaan ini pernah diraih oleh beberapa tokoh Indonesia seperti Jurnalis Mochtar Lubis dan Sastrawan Pramodya Ananta Toer serta Cendekiawan Ahmad Syafii Maarif.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online