Kerusuhan Tanjungbalai, Presiden Jokowi: Mayoritas harus ayomi minoritas

02/08/2016

Kerusuhan Tanjungbalai, Presiden Jokowi: Mayoritas harus ayomi minoritas thumbnail

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kepolri Tito Karnavian turun tangan menuntaskan insiden kerusuhan yang berujung pembakaran wihara dan klenteng di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Sabtu pekan lalu. Dia juga meminta Tito, menangkap dan menindak tegas pelaku kerusuhan.

“Tegas saya sampaikan pemerintah akan menindak tegas semua yang bertindak anarkistis. Termasuk di dalamnya main hakim sendiri. Karena masalah SARA adalah negara kita ini harus betul-betul kita tiadakan,” ujar Presiden Jokowi kepada wartawan usai membuka acara pameran lukisan Istana di Galeri Nasional, Jakarta (1/8/2016), seperti dilansir Portalkbr.com.

Selain itu, kata dia, koordinasi antar-tokoh kedua kelompok masyarakat harus terus dilakukan. Dengan begitu, kejadian serupa tidak akan terjadi lagi di kemudian hari.

“Saya kira kita semuanya harus belajar dari sini bahwa semuanya harus mengayomi. Yang mayoritas mengayomi yang minoritas, yang minoritas juga saling bertoleransi karena kita ini kekuatan kita ini adalah keberagaman, kekuatan kita ini adalah perbedaan, kekuatan kita ada disitu. Sudah ketemu-ketemu, mudah-mudahan gak ada masalah setelah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Polres Tanjungbalai Minggu (31/7/2016), menangkap empat tersangka pelaku kerusuhan berujung pembakaran wihara dan kelenteng di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Jumat (29/7/2016) malam lalu. Dengan begitu, hingga saat ini sudah 11 tersangka kerusuhan ditangkap polisi.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, tujuh di antaranya diduga menjarah saat peristiwa pembakaran dan perusakan sejumlah biara dan kelenteng di Tanjungbalai.

“Duanya lagi tertangkap kamera CCTV saat melakukan kekerasan pada saat peristiwa terjadi,” jelas Tito (31/7/2016).

Tito Karnavian menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI untuk menambah personel di beberapa titik wilayah yang berpotensi terjadinya konflik susulan.

“Nah ini sampai dengan hari Sabtu pagi, situasi sudah terkendali. Jadi sampai Sabtu dini hari sudah terkendali. Kemarin juga tokoh-tokoh masyarakat buat kesepakatan untuk menjaga ketertiban di Tanjungbalai,” ujarnya.

Dia menambahkan, pertemuan bersama pimpinan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah juga dilakukan untuk mendinginkan suasana. Kata dia, pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh dirinya dengan dihadiri Gubernur Sumatera Utara, Wali Kota Tanjung Balai, serta aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat.

Penyebab Kerusuhan

Kapolres Tanjung Balai Ayep Wahyu Gunawan mengatakan, kerusuhan bermula dari seorang warga keturunan Tionghoa berinisial M yang meminta jemaah masjid mengecilkan pengeras suara. Kata dia, rumah warga tersebut berhadapan dengan masjid sehingga merasa terganggu.

“Sebetulnya dia hanya menyampaikan karena dia rumahnya berdepan-depanan dengan masjid,” kata Ayep ketika dihubungi KBR, Sabtu (30/7/2016).

Protes tersebut berbuntut panjang dan sempat terjadi perselisihan antara jemaah masjid dan M.

Kondisi makin memuncak dengan tersebarnya informasi provokatif melalui pesan berantai dan media sosial. Hal ini menyulut kemarahan dari umat Islam di Tanjung Balai. Mereka membakar dan merusak tempat ibadah umat Buddha.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Misionaris lansia di India terancam dideportasi
  2. Uskup Korea bandingkan janji kampanye presiden dengan ajaran Gereja
  3. Pendeta asal Taiwan ditangkap karena nyanyikan lagu kebaktian
  4. Renungan Minggu Paskah III, 30 April 2017
  5. Cina melarang bayi Muslim menggunakan nama-nama berikut
  6. Pemimpin Muslim berusaha agar pejuang Abu Sayyaf menyerahkan diri
  7. Salib di Kerala dihancurkan pemerintah Komunis
  8. Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan
  9. Kelompok militan desak agar Asia Bibi segera digantung
  10. Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja
  1. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  2. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  3. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  4. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
  5. Artikel ini bisa membantu para mahasiswa/i yang sedang membuat tugas....
    Said Natalino de Araujo Salsinha on 2017-04-11 15:21:13
  6. Kami salut dengan prinsip gereja yang dipertahankan oleh para Uskup di Filipina,...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-04-10 16:48:31
  7. salam saja...
    Said njlajahweb on 2017-04-10 00:17:06
  8. Sangat membanggkan akhirnya ada pulah Perhatian Pemerintah yang sangat besar bag...
    Said Beby on 2017-04-08 20:13:11
  9. Luar biasa n profisiat Mgr. Agust Agus Pr. untuk keputusan ini. Terima kasih bua...
    Said Bius Galmin on 2017-04-07 19:22:15
  10. Puji dan sukur kepada Tuhan yang maha esa telah ada sekolah tinggi katolik nege...
    Said mbah kung on 2017-04-07 14:26:01
UCAN India Books Online