UCAN Indonesia Catholic Church News

Karitas membangun kembali kehidupan di Nepal setelah gempa

04/08/2016

Karitas membangun kembali kehidupan di Nepal setelah gempa thumbnail

Kalpana Thapa, 40, berdiri di dekat fondasi rumahnya yang baru yang dibangun Karitas Nepal.

 

Krishna Kumari Bishokarma sedang duduk di luar rumahnya di Nepal dan makan siang dengan Dhido, makanan pokok, ketika gempa 7,8 SR melanda negara itu pada 25 April tahun lalu.

“Saya sangat beruntung berada di luar rumah dan lari ke daerah terbuka. Saya tidak bisa memikirkan apa yang akan terjadi jika saya berada di dalam rumah karena rumah runtuh di depan mata saya,” kata Bishwokarma, 80, seorang janda dari desa Balthali, distrik Kavre.

Tiga rumah putranya juga rusak. “Saya berlindung di sebuah rumah kayu yang dibangun oleh anak saya, hingga saya menerima terpal dari Karitas,” kata Bishwokarma. Dia adalah orang pertama yang menerima terpal bersama dengan 240 keluarga sebagai bagian dari upaya bantuan karitatif Katolik.

Sekitar satu bulan kemudian, Karitas mendistribusikan terpal, makanan dan peralatan kesehatan untuk 607 keluarga di Balthali, sekitar 40 kilometer dari Kathmandu. Mereka termasuk keluarga miskin, janda, lansia dan orang cacat.

Setelah hidup di tempat penampungan sementara selama hampir 15 bulan, Bishwokarma bernaung di rumah kayu anak tirinya ini. Tenda penampungan sementara dibongkar bulan lalu untuk membangun rumah tahan gempa dengan dua kamar di tempat yang sama, didukung oleh Karitas Nepal.

Pada Mei, Karitas meluncurkan tiga tahun Proyek Pemulihan Gempa di delapan desa dari empat distrik, semuanya adalah daerah yang paling terkena dampak gempa. Rumah baru Bishwokarma adalah salah satu dari dua rumah percontohan yang sedang dibangun di Kavre.

Suaminya bekerja sebagai tukang las besi sebelum meninggal 21 tahun lalu. Segera setelah kematian suaminya, anak-anaknya meninggalkan rumah dan dia tinggal sendirian sejak saat itu.

“Saya mendapatkan uang dengan menjual sapu, tapi berhenti bekerja setelah gempa,” kata Bishwokarma, yang menderita asma.

 

0804c

Krishna Kumari Bishwokarma, 80, memiliki sebuah rumah tahan gempa yang dibangun untuknya melalui dukungan Karitas.

 

Keluarga Kalpana Thapa, 40, seorang janda dari desa yang sama dengan Bishwokarma, juga menerima dukungan Karitas.

Suaminya Thapa bunuh diri tujuh tahun lalu dan sejak itu, keluarga tujuh anak itu, termasuk lima anak dan dua istri, tinggal di sebuah rumah dua tingkat, sampai gempa tahun lalu menghancurkannya. “Kami bekerja di kebun saat gempa terjadi,” kata Thapa.

Rumah mereka rusak parah akibat guncangan gempa pertama dan runtuh hari berikutnya ketika serangkaian gempa susulan.

“Kami tinggal di tempat penampungan  sejak saat itu,” lanjutnya.

Karitas membangun sebuah rumah tahan gempa empat kamar untuknya. “Kami tidak memiliki sumber pendapatan maka kami sangat berterima kasih kepada Karitas,” kata Thapa.

0804d

Rumah baru Krishna Kumari Bishwokarma ini dibangun tahan gempa. 

 

Membantu sejak hari pertama

Manindra Malla, Ketua Program Operasi Karitas Nepal, mengatakan bahwa Karitas merupakan salah satu organisasi pertama yang memberikan bantuan darurat dan perlengkapan setelah gempa terjadi.

Selama fase bantuan, mereka membantu 168 desa di 15 kecamatan, termasuk Kavre.

“Target utama kami adalah menjangkau orang-orang yang paling rentan dan terpinggirkan dan masyarakat yang membutuhkan dukungan,” kata Malla.

Selain bantuan praktis, Karitas juga memberi uang untuk membantu rekonstruksi.

“Kami bertujuan memberikan angsuran pertama dari 50.000 rupee (500 dolar AS) untuk setiap rumah tangga dalam waktu satu bulan. Pekerjaan konstruksi akan dimulai segera setelah itu,” kata Malla.

 

0804e

Desa Balthali di distrik Kavre yang sekitar 40 kilometer dari Kathmandu. 

 

Sumber: ucanews.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online