Pemerintah India bantu dana untuk orang Kristen

04/08/2016

Pemerintah India bantu dana untuk orang Kristen thumbnail

Pastor Arokiaswamy dari keuskupan agung Bangalore berjabat tangan dengan Menteri Pendidikan dan Urusan Minoritas Negara Bagian Karnataka, Tanveer Sait.

 

Negara Bagian Karnataka, India bagian selatan, telah mengalokasikan 19 juta dolar AS tahun ini untuk kesejahteraan umat Kristen di negara bagian itu, menteri mendesak para pemimpin bekerja lebih keras memanfaatkan dana itu untuk membantu orang miskin di masyarakat.

Tanveer Sait, Menteri Pendidikan dan Urusan Minoritas, mengatakan dana ini tersedia untuk berbagai skema kesejahteraan demi kepentingan Kristen, yang memiliki hampir 2 persen dari 61 juta orang di negara bagian itu.

“Tapi, ada beberapa orang yang kurang mendapat informasi,” katanya kepada para pemimpin Kristen pada 30 Juli dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kesejahteraan Sosial Kristen Karnataka dan Katedral St. Markus di Bengaluru.

Menteri sekuler yang mengelola pemerintah Karnataka, mengatakan negara bagian itu telah menganggarkan 25 persen lebih dari tahun lalu dan departemennya menjangkau kelompok-kelompok Kristen untuk membantu mereka memanfaatkan dana itu.

Pemerintah mendanai maksimal 1 juta rupee (sekitar 15.400 dolar AS) baik untuk pembangunan atau renovasi gereja. Pihaknya juga menganggarkan hingga 5 juta rupee untuk pusat-pusat bangunan untuk komunitas Kristen, selain program-program pengembangan keterampilan dan beasiswa.

Sebelumnya departemen itu telah mendanai renovasi gereja, termasuk Gereja Katolik St. Philomena, yang bersejarah, yang menarik para wisatawan ke Mysore.

“Namun, saya merasa rencana ini top down. Kita perlu mendengarkan ide-ide masyarakat sendiri untuk pengembangan dan melaksanakannya,” kata Sait, seraya menambahkan bahwa ia ingin membangun sebuah sistem untuk sektor-sektor penting Kristen seperti “pendidikan, kesehatan dan perumahan.”

Pemerintah telah menawarkan 2 juta rupee untuk membantu lebih dari 100 beasiswa ke luar negeri untuk siswa Kristen tahun lalu. Namun, hanya 19 orang Kristen yang mendapat manfaat program itu, kata Akram Pasha, Direktur Departemen Kesejahteraan Minoritas.

Ivan D’Souza, anggota dewan legislatif beragama Katolik, yang menghadiri pertemuan itu mengatakan ia ingin pemerintah meningkatkan alokasi dana, tetapi banyak keberatan mengatakan dana yang dialokasikan tidak digunakan.

Pastor Arokiaswamy, yang hanya menggunakan satu nama, yang bertanggung jawab atas skema pelayanan sosial di Keuskupan Agung Bangalore mengatakan kepada ucanews.com bahwa orang-orang seperti dia “senang” mendengar bahwa dana tersebut tersedia dan keuskupan agung itu  menggunakan dana itu untuk membantu banyak orang Kristen.

Para pemimpin Gereja Katolik sekarang berencana memberikan penyadaran di semua keuskupan untuk memanfaatkan dana yang dialokasikan ini.

Kebanyakan negara bagian di India memiliki departemen untuk kesejahteraan kaum minoritas agama, tetapi secara tradisional sebagian besar dana dihabiskan untuk umat Muslim, komunitas minoritas terbesar di negara mayoritas Hindu itu.

Karnataka dan tetangganya Andhra Pradesh – dua negara bagian di India – memiliki departemen dan program untuk kesejahteraan orang Kristen.

Diperkirakan 60 persen Kristen di India, 27 juta jiwa adalah orang-orang suku dan orang sosial miskin, yang membutuhkan bantuan keuangan dalam pengembangan keterampilan, pendidikan, perawatan kesehatan dan perumahan.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Misionaris lansia di India terancam dideportasi
  2. Uskup Korea bandingkan janji kampanye presiden dengan ajaran Gereja
  3. Pendeta asal Taiwan ditangkap karena nyanyikan lagu kebaktian
  4. Renungan Minggu Paskah III, 30 April 2017
  5. Cina melarang bayi Muslim menggunakan nama-nama berikut
  6. Pemimpin Muslim berusaha agar pejuang Abu Sayyaf menyerahkan diri
  7. Salib di Kerala dihancurkan pemerintah Komunis
  8. Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan
  9. Kelompok militan desak agar Asia Bibi segera digantung
  10. Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja
  1. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  2. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  3. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  4. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
  5. Artikel ini bisa membantu para mahasiswa/i yang sedang membuat tugas....
    Said Natalino de Araujo Salsinha on 2017-04-11 15:21:13
  6. Kami salut dengan prinsip gereja yang dipertahankan oleh para Uskup di Filipina,...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-04-10 16:48:31
  7. salam saja...
    Said njlajahweb on 2017-04-10 00:17:06
  8. Sangat membanggkan akhirnya ada pulah Perhatian Pemerintah yang sangat besar bag...
    Said Beby on 2017-04-08 20:13:11
  9. Luar biasa n profisiat Mgr. Agust Agus Pr. untuk keputusan ini. Terima kasih bua...
    Said Bius Galmin on 2017-04-07 19:22:15
  10. Puji dan sukur kepada Tuhan yang maha esa telah ada sekolah tinggi katolik nege...
    Said mbah kung on 2017-04-07 14:26:01
UCAN India Books Online