UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pesta St. Perawan Maria menyatukan ribuan penyandang cacat

Agustus 17, 2016

Pesta St. Perawan Maria menyatukan ribuan penyandang cacat

 

Sekitar 2.000 orang dengan cacat fisik bersatu pada Hari Raya St. Perawan Maria Diangkat ke Surga di mana mereka bertemu dan saling mendukung  serta menjadi peluang untuk membangun kepercayaan diri.

Orang dengan cacat fisik diambil dari pusat-pusat yang dikelola oleh organisasi religius dan LSM berkumpul untuk hari raya tersebut. Mereka berkumpul pada 13 Agustus, dua hari sebelum hari raya tersebut.

Pertemuan, yang berjudul Lilin Iman dan Cinta, Mengikuti Teladan St. Perawan Maria, “bertujuan menciptakan peluang untuk orang cacat bertemu dan mendukung satu sama lain, meningkatkan rasa percaya diri dan iman mereka, serta mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada para dermawan,” kata Pastor Peter Phan Khac Tu, penyelenggara acara itu, kepada ucanews.com.

Para peserta dilayani oleh 300 relawan. Mereka menyanyikan lagu-lagu rohani, memainkan alat musik tradisional, sedangkan yang lain menari.

Pastor Tu, 75, juga mendesak peserta “mempersembahkan penderitaan kita kepada Bunda Maria sehingga dia akan berdoa bagi kita mengatasi tantangan-tantangan kita sehari-hari, membangun kehidupan yang lebih baik dan melayani masyarakat.”

Pensiunan Uskup Phu Cuong, Mgr Peter Tran Dinh Tu dan sejumlah dermawan lainnya berjanji memberikan beasiswa kepada 20 siswa penyandang cacat.

Vi Thi Lon, seorang penerima beasiswa, mengatakan beasiswa senilai 2 juta dong (sekitar 90 dolar AS) sangat membantu dia dan keluarganya.

Siswi kelas enam itu mendapat akomodasi gratis dari pusat yang dikelola oleh Organisasi Dukungan dan Pendidikan Anak Cacat, yang berbasis di Kota Ho Chi Minh. Dia akan menggunakan beasiswa untuk membeli buku dan pakaian.

“Acara Gereja membawa saya bersama-sama dengan orang lain seperti saya dan memberikan saya kekuatan serta berharap bekerja keras di masa depan,” katanya, yang menghadiri pertemuan itu untuk pertama kalinya.

Terlepas dari latar belakang mereka, peserta diperlakukan dengan hormat, kasih dan sayang, katanya.

Perayaan yang sama pertama kali diprakarsai oleh Pastor Tu tahun 2001. Imam itu telah bekerja dengan orang-orang cacat sejak tahun 2000, mendirikan tiga pusat untuk anak-anak lahir dengan cacat fisik dan Down syndrome.

Dia mengatakan 7 persen dari 90 juta penduduk Vietnam adalah orang cacat. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah pedesaan, memiliki sedikit akses ke pendidikan dan perawatan kesehatan serta memiliki kesulitan mencari nafkah.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi